SERANG - Tingginya data pasien Covid-19 yang terkonfirmasi positif di Provinsi Banten menunjukan kinerja tim Satgas Covid-19 tidak terlalu berpengaruh.
Hal itu dikatakan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Banten Budi Suhendar seusai mengikuti audiensi dengan Komisi V DPRD Banten, Selasa (2/2/2021).
Menurut Budi, Satgas Covid-19 itu seharusnya bisa berperan aktif dalam proses pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Banten.
Baca juga: Perda Penanggulangan Covid-19 di Banten Disahkan, Berikut Tujuh Catatan Pansus DPRD
Namun yang terjadi, berdasarkan data di lapangan angka pasien yang terkonfirmasi positif di Provinsi Banten dari hari ke hari terus mengalami peningkatan.
"Artinya ini kan ada hal yang mis, seharusnya jika proses pencegahan itu dilakukan secara aktif, angka penyebaran virusnya juga menurun," katanya.
Oleh karena itu, Budi berharap, proses pencegahan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 ini bisa dimaksimalkan kembali.
"Kalau Fasilitas Kesehatan Faskes bisa ditambah seiring penambahan pasien, tapi masalahnya SDM yang menanganinya tidak bisa ditambah," ujarnya.
Oleh karena itu, jika peran Satgas Covid-19 ini bisa dimaksimalkan kembali, insya Allah persoalan kekurangan Faskes, pemakaman pasien Covid-19 dan sebagainya itu tidak ada masalah.
"Kalau dikatakan tidak efektif sih engga, cuma berdasarkan data yang ada, antara kinerja dan realita tidak sejalan, ini kan berarti ada masalah," tuturnya. (Luthfi/win)
