Jokowi Mengaku Lupa Sejumlah Detail Kuliah di UGM Saat Bersaksi di Sidang Ijazah

Sabtu 07 Nov 2026, 12:23 WIB
Joko Widodo memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. (Sumber: Tangkapan layar YouTube)
Joko Widodo memberikan kesaksian dalam sidang perkara dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. (Sumber: Tangkapan layar YouTube)

Jokowi menjelaskan bahwa perpindahan jenjang pendidikan dapat berlangsung otomatis setelah mahasiswa menyelesaikan 120 SKS dan memenuhi persyaratan nilai. Namun, ia tidak mengingat semester ketika dirinya mencapai jumlah tersebut.

2. Nama program penerimaan mahasiswa baru

Saat ditanya mengenai jalur atau nama program penerimaan mahasiswa baru pada 1980, Jokowi mengaku lupa. Ia hanya memastikan bahwa dirinya mendaftar pada program sarjana.

3. Tiga nama teman wisuda

Jokowi menyebut terdapat 14 mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, termasuk dirinya, yang mengikuti wisuda pada 19 November 1985. Ketika diminta menyebutkan nama rekan wisudanya, ia hanya mampu mengingat 11 nama.

4. Nilai akademik selama kuliah

Tim hukum juga menanyakan nilai yang diperoleh Jokowi setelah memenuhi ketentuan 120 SKS. Ia membenarkan bahwa dokumen atau daftar nilai akademiknya tersedia, tetapi tidak mengingat angka yang diperoleh saat itu.

5. Pertanyaan dan revisi saat ujian skripsi

Jokowi mengaku tidak mengingat pertanyaan yang disampaikan dosen penguji ketika menjalani ujian skripsi pada 23 Oktober 1985. Ia juga tidak mengingat secara terperinci berapa kali melakukan revisi setelah ujian tersebut.

Baca Juga: Dukung Implementasi UU SDI, Mendagri: Perkuat Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah

Kesaksian Jokowi Menjadi Bagian dari Pemeriksaan Perkara

Rangkaian pertanyaan mengenai riwayat pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pemeriksaan Jokowi di persidangan. Tim hukum Roy Suryo berupaya menggali keterangan mengenai pengalaman akademiknya selama menempuh pendidikan di UGM.

Di sisi lain, pengakuan lupa terhadap sejumlah detail masa kuliah tidak dengan sendirinya membuktikan ataupun membantah keaslian dokumen akademik yang dipersoalkan.


Berita Terkait


News Update