Ironi Transportasi Online: Komisi Aplikator Turun Jadi 8 Persen, Mengapa Pendapatan Driver Masih Seret?

Sabtu 07 Nov 2026, 12:00 WIB
Perwakilan pengemudi ojol (Foto: Istimewa)
Perwakilan pengemudi ojol (Foto: Istimewa)

Tantangan Algoritma dan Masa Depan Kesejahteraan Ojol di Indonesia

Persoalan utama yang dihadapi para pengemudi saat ini bukan lagi sekadar besaran persentase potongan komisi. Namun, sistem pembagian order dan persaingan ketat antar-driver di jalan raya menjadi tantangan yang jauh lebih besar.

Pertama-tama, jumlah armada yang terus bertambah tidak sebanding dengan pertumbuhan volume pesanan harian. Selain itu, sistem alokasi order berbasis aplikasi kerap dinilai kurang transparan oleh para mitra pengemudi di lapangan.

Meskipun demikian, harapan agar industri ini menjadi lebih sehat tetap terbuka lebar apabila seluruh pemangku kepentingan mau duduk bersama. Pemerintah, aplikator, dan perwakilan driver harus merumuskan solusi jangka panjang yang berkeadilan. Sebab, tanpa adanya intervensi kebijakan yang komprehensif, ketimpangan ekonomi di sektor gig-economy ini akan terus berlanjut.

Oleh karena itu, evaluasi berkala terhadap formula tarif dan komisi wajib dilakukan secara transparan demi menjamin masa depan jutaan pengemudi ojek online di Indonesia.


Berita Terkait


News Update