Dalam setiap kesempatan tersebut, Fahira menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para manajer, guru, pelatih, ofisial, serta orang tua yang telah memberikan dukungan dan pendampingan kepada para siswa.
Menurutnya, prestasi anak-anak merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja sama banyak pihak. Dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan menjadi fondasi penting agar setiap anak memiliki kesempatan untuk menemukan, mengembangkan, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
"Kita harus terus membuka ruang bagi anak-anak Jakarta untuk berkegiatan, berkarya, dan berprestasi. Potensi generasi muda tidak hanya berkembang melalui pendidikan akademik, tetapi juga melalui seni, olahraga, kebudayaan, dan berbagai kegiatan kreatif. Marching band adalah salah satu contoh bagaimana bakat dan kreativitas dapat tumbuh beriringan dengan pembentukan karakter," tuturnya.
Ia menilai kejuaraan nasional seperti yang diselenggarakan FYBI perlu menjadi bagian dari ekosistem pembinaan generasi muda yang berkelanjutan. Menurutnya, kompetisi bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu tahapan untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan membangun motivasi agar anak-anak terus mengembangkan potensinya.
"Selamat berjuang untuk seluruh kontingen marching band Jakarta. Berangkatlah dengan percaya diri, jaga kekompakan, bawa nama baik sekolah, banggakan Jakarta, dan tunjukkan kemampuan terbaik. Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran, dan hasil terbaik," pungkasnya.
Kejuaraan Nasional FYBI 2026 itu melibatkan 44 tim marching band dari sembilan provinsi. Kejuaraan yang diselenggarakan Pengurus Pusat FYBI dengan FYBI Banten sebagai tuan rumah ini mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Cultural Parade, Concert, Color Guard Contest, dan Individual Contest.
