POSKOTA.CO.ID - Usulan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2027 ramai dibahasa usai Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh mendorong pemerintah menetapkan dalam kisaran 7,5 persen hingga 9,5 persen.
Usulan tersebut disampaikan sebagai bentuk perjuangan buruh untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja di tengah perubahan kondisi ekonomi dan kenaikan kebutuhan hidup.
Kalangan pekerja berharap penetapan upah minimum 2027 dapat mempertimbangkan kondisi riil masyarakat, terutama terkait daya beli dan biaya hidup yang terus berkembang.
Presiden KSPI yang juga Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan usulan kenaikan tersebut perlu disampaikan sejak awal agar menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembahasan upah minimum bersama pemerintah dan Dewan Pengupahan.
“KSPI dan Partai Buruh mengusulkan kenaikan upah minimum 2027, baik UMP maupun UMK, berada pada kisaran 7,5 persen sampai dengan 9,5 persen. Angka ini akan kami perjuangkan dalam Dewan Pengupahan dan melalui berbagai jalur konstitusional,” ujar Said Iqbal di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Perlu diketahui, penetapan UMP berbeda dengan UMK. UMP berlaku sebagai standar upah minimum di tingkat provinsi, sedangkan UMK ditetapkan untuk wilayah kabupaten atau kota.
Oleh sebab itu, pekerja perlu memperhatikan ketentuan upah minimum yang berlaku di wilayah tempat Anda bekerja.
Lantas, berapa simulasi UMP 2027 apabila mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen?
Berikut perkiraan nominal upah minimum di seluruh provinsi berdasarkan besaran UMP.
Baca Juga: Lantik Ribuan PNS Baru, Pramono Anung Komitmen Buka Ruang Lebih Luas bagi Penyandang Disabilitas
Apakah UMP 2027 Naik 9,5 Persen Sudah Dipastikan?
Meskipun simulasi kenaikan UMP 2027 sebesar 9,5 persen telah memberikan gambaran nominal upah minimum di 38 provinsi, angka tersebut belum menjadi keputusan resmi pemerintah.
Usulan kenaikan sebesar 7,5 persen hingga 9,5 persen masih merupakan aspirasi KSPI dan Partai Buruh yang akan diperjuangkan melalui Dewan Pengupahan serta jalur konstitusional.
Pemerintah nantinya akan menetapkan besaran upah minimum dengan mempertimbangkan ketentuan pengupahan dan kondisi ekonomi masing-masing daerah.
Karena itu, pekerja perlu menunggu pengumuman resmi mengenai penetapan UMP 2027 sebelum menjadikan angka simulasi tersebut sebagai acuan penghasilan tahun depan.
Baca Juga: JPU Temukan Kontradiksi Pengakuan Bangun Paulus dengan Kesaksian Para Saksi
Simulasi UMP 2027 Jika Naik 9,5 Persen di 38 Provinsi
Apabila usulan kenaikan maksimal sebesar 9,5 persen diterapkan, besaran UMP di seluruh provinsi Indonesia berpotensi mengalami penyesuaian.
Simulasi berikut menggunakan nominal UMP yang tercantum dalam data awal sebagai nilai dasar, kemudian dihitung dengan asumsi kenaikan sebesar 9,5 persen.
Berikut adalah informasi mengenai rincian simulasi UMP 2027 di 38 provinsi berdasarkan wilayah.
1. Simulasi UMP 2027 di Jawa dan Bali
Wilayah Jawa dan Bali memiliki besaran upah minimum yang berbeda-beda.
DKI Jakarta tercatat memiliki nominal UMP tertinggi di antara provinsi dalam kelompok ini berdasarkan data yang digunakan.
Apabila mengalami kenaikan 9,5 persen, UMP DKI Jakarta yang sebelumnya Rp5.729.876 berpotensi meningkat menjadi Rp6.274.214.
Berikut adalah rincian simulasi kenaikan UMP 2027 di wilayah Jawa dan Bali:
- DKI Jakarta: Rp5.729.876 menjadi Rp6.274.214.
- Banten: Rp3.100.881,40 menjadi Rp3.395.465.
- Jawa Barat: Rp2.317.601 menjadi Rp2.537.773.
- Jawa Tengah: Rp2.327.386,07 menjadi Rp2.548.488.
- DI Yogyakarta: Rp2.417.495 menjadi Rp2.647.157.
- Jawa Timur: Rp2.446.880 menjadi Rp2.679.334.
- Bali: Rp3.207.459 menjadi Rp3.512.168.
2. Simulasi UMP 2027 di Sumatera
Selanjutnya, terdapat 10 provinsi di Pulau Sumatera yang masuk dalam perhitungan simulasi kenaikan upah minimum 2027.
Kepulauan Bangka Belitung memiliki nominal UMP awal sebesar Rp4.035.000.
Jika mengalami kenaikan 9,5 persen, angkanya diperkirakan menjadi Rp4.418.325. Berikut daftar simulasi UMP 2027 di wilayah Sumatera:
- Aceh: Rp3.932.552 menjadi Rp4.306.144.
- Sumatera Utara: Rp3.228.949 menjadi Rp3.535.699.
- Sumatera Barat: Rp3.182.955 menjadi Rp3.485.336.
- Riau: Rp3.780.495 menjadi Rp4.139.642.
- Kepulauan Riau: Rp3.879.520 menjadi Rp4.248.074.
- Jambi: Rp3.471.497 menjadi Rp3.801.289.
- Bengkulu: Rp2.827.250 menjadi Rp3.095.839.
- Sumatera Selatan: Rp3.942.963 menjadi Rp4.317.544.
- Lampung: Rp3.047.734 menjadi Rp3.337.269.
- Kepulauan Bangka Belitung: Rp4.035.000 menjadi Rp4.418.325.
3. Simulasi UMP 2027 di Kalimantan
Di Pulau Kalimantan, terdapat lima provinsi yang masuk dalam daftar simulasi kenaikan UMP 2027.
Kalimantan Selatan memiliki UMP awal sebesar Rp3.725.000. Apabila kenaikan maksimal 9,5 persen diterapkan, nominalnya berpotensi mencapai Rp4.078.875. Berikut rincian simulasi UMP 2027 di Kalimantan:
- Kalimantan Barat: Rp3.054.552 menjadi Rp3.344.734.
- Kalimantan Tengah: Rp3.686.138 menjadi Rp4.036.321.
- Kalimantan Selatan: Rp3.725.000 menjadi Rp4.078.875.
- Kalimantan Timur: Rp3.762.431 menjadi Rp4.119.862.
- Kalimantan Utara: Rp3.775.243 menjadi Rp4.133.891.
4. Simulasi UMP 2027 di Sulawesi
Wilayah Sulawesi memiliki enam provinsi yang masuk dalam daftar perhitungan upah minimum 2027.
Sulawesi Utara menjadi salah satu daerah dengan nominal UMP cukup tinggi.
Jika kenaikan 9,5 persen diterapkan, upah minimum yang sebelumnya Rp4.002.630 diperkirakan meningkat menjadi Rp4.382.880. Berikut daftar simulasi UMP 2027 di Sulawesi:
- Sulawesi Utara: Rp4.002.630 menjadi Rp4.382.880.
- Sulawesi Tengah: Rp3.179.565 menjadi Rp3.481.624.
- Sulawesi Selatan: Rp3.921.088 menjadi Rp4.293.591.
- Sulawesi Tenggara: Rp3.306.496,18 menjadi Rp3.620.613.
- Sulawesi Barat: Rp3.315.934 menjadi Rp3.630.948.
- Gorontalo: Rp3.405.144 menjadi Rp3.728.633.
5. Simulasi UMP 2027 di Maluku
Untuk wilayah Maluku, terdapat dua provinsi yang masuk dalam perhitungan simulasi kenaikan upah minimum.
Jika kenaikan 9,5 persen diterapkan, UMP Maluku yang sebelumnya Rp3.334.490 berpotensi meningkat menjadi Rp3.651.267. Berikut rinciannya:
- Maluku: Rp3.334.490 menjadi Rp3.651.267.
- Maluku Utara: Rp3.510.240 menjadi Rp3.843.713.
6. Simulasi UMP 2027 di Papua
Wilayah Papua juga masuk dalam daftar perhitungan kenaikan upah minimum 2027.
Terdapat enam provinsi yang tercantum dalam simulasi, dengan Papua Pegunungan dan Papua Selatan memiliki nominal UMP awal di atas Rp4,5 juta.
Apabila kenaikan 9,5 persen diterapkan, UMP Papua Pegunungan yang sebelumnya Rp4.508.714 berpotensi meningkat menjadi Rp4.937.042. Berikut daftar lengkap simulasi UMP 2027 di wilayah Papua:
- Papua: Rp4.436.283 menjadi Rp4.857.730.
- Papua Tengah: Rp4.285.848 menjadi Rp4.693.004.
- Papua Pegunungan: Rp4.508.714 menjadi Rp4.937.042.
- Papua Selatan: Rp4.508.100 menjadi Rp4.936.370.
- Papua Barat: Rp3.841.000 menjadi Rp4.205.895.
