DPP Persaudaraan Aceh Seranto (PAS) menjadwalkan aksi pukul 14.00 WIB dengan perkiraan 100 peserta. Mereka meminta pertanggungjawaban perusahaan terkait dugaan penganiayaan pekerja berinisial NS.
Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan
Aliansi Seniman Ngeyel Indonesia (ASNI) merencanakan aksi teatrikal pukul 14.30 WIB. Mereka mendesak pemeriksaan dugaan penyimpangan perpanjangan konsesi Tol Cawang–Tanjung Priok–Ancol Timur–Pluit.
Kantor Sarana Jaya dan DPRD DKI Jakarta
Jaringan Mahasiswa Hukum Indonesia (JAMAHI) menjadwalkan aksi mulai pukul 13.30 WIB. Mereka menyoroti transparansi pengangkatan Dewan Pengawas Sarana Jaya, penyertaan modal daerah, serta pembangunan hunian rakyat.
Gedung KPK dan Kementerian ATR/BPN
Kelompok KAKI turut mengumumkan rencana aksi untuk mendesak pengusutan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Namun, waktu pelaksanaan dan kepastian aksinya belum terverifikasi secara independen.
Apa Tuntutan Massa dalam Demo Hari Ini?
Setiap kelompok membawa persoalan berbeda. DPP PAS, misalnya, meminta kejelasan penanganan dugaan penganiayaan pekerja yang disebut terjadi pada 11 Agustus 2026.
Ketua Umum DPP PAS Akhyar Kamil mengatakan aksi tersebut bertujuan mendorong perlindungan pekerja dan penanganan persoalan melalui jalur hukum.
"Melalui aksi damai ini, kita ingin mendorong agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan penanganan yang jelas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Akhyar, Rabu (4/11/2026).
Sementara itu, JAMAHI menyoroti penggunaan anggaran daerah di Sarana Jaya. Koordinator Lapangan JAMAHI, Yadon Hanubun, meminta evaluasi dilakukan sebelum ada tambahan penyertaan modal.
