POSKOTA.CO.ID - Warganet di media sosial dihebohkan dengan kabar pengerahan puluhan ribu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke DKI Jakarta pada Selasa, 3 November 2026.
Dikabarkan, sebanyak 20.980 personel TNI AL, TNI AD, hingga TNI AU diturunkan ke ibu kota atas instruksi TNI Jenderal Agus Subiyanto. Pengerahan ini diketahui merujuk pada Surat Telegram Panglima TNI Nomor STR/96/2026 tertanggal 2 November 2026.
Pergerakan pasukan berskala besar ini menimbulkan tanda tanya sekaligus keresahan publik mengenai kondisi yang terjadi di Indonesia saat ini.
Baca Juga: Pascapenggerebekan Kampung Bahari, Pramono Anung Minta Kawasan Langsung Ditata
Sejumlah kendaraan militer berukuran besar milik TNI telah bergerak ke Jakarta. Para pengguna media sosial bahkan turut membagikan momen saat barisan truk militer berlalu lalang di kawasan ibu kota
"Baru baca dari warga Threads ada pengerahan 20.000 TNI AL untuk mengamankan Jakarta. Eh di tol atah BSD muncul tronton-tronton Marinir. Beneran ternyata yaa, luar biasa info warga Threads," tulis seorang pengguna Threads yang turut membagikan rekaman video yang menampilkan sejumlah mobil militer di area Jakarta.
Pergerakan pasukan berskala masif ke ibu kota membuat publik bertanya-tanya mengenai keadaan Jakarta dan Indonesia saat ini. Tak sedikit warganet yang mengaitkan hal tersebut dengan kondisi politik di Indonesia.
Pasalnya, kedatangan puluhan ribu pasukan TNI ke ibu kota bertepatan dengan penetapan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka penyadapan Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 3 November 2026.
Di sisi lain, ada pula warganet yang berspekulasi bahwa pengerahan pasukan tentara ini berkaitan dengan potensi aksi demonstrasi yang mungkin terjadi beberapa waktu ke depan seperti yang juga ramai diperbincangkan.
Lantas, apa sebenarnya alasan pengerahan TNI dalam jumlah besar ke ibu kota?
Baca Juga: Listyo Sigit Prabowo Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo, Resmi Ditahan Mabes Polri
