Pramono Anung Tegaskan Pembangunan Jakarta Tak Berhenti Meski Gubernur Berganti

Rabu 04 Nov 2026, 21:07 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Kiri) di Balai Kota Jakarta, Rabu 4 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa)
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung (Kiri) di Balai Kota Jakarta, Rabu 4 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan dan penataan ibu kota akan terus berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Ia memastikan program pembangunan tidak harus dimulai dari awal setiap kali Jakarta memiliki gubernur baru.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono untuk merespons pandangan Gubernur DKI Jakarta periode sebelumnya, Fauzi Bowo, yang menilai rencana penataan Jakarta kerap mengalami perubahan setiap kali terjadi pergantian gubernur.

Menurut Pramono, perubahan dalam pembangunan merupakan hal yang wajar. Namun, keberlanjutan program juga harus menjadi perhatian agar berbagai pekerjaan yang telah direncanakan dapat diselesaikan dengan baik.

Ia mengatakan, terdapat tiga hal yang harus berjalan secara bersamaan dalam proses pembangunan Jakarta, yakni melakukan perubahan, menyempurnakan program yang sudah berjalan, serta menuntaskan pekerjaan yang belum selesai.

Baca Juga: Lantik Ribuan PNS Baru, Pramono Anung Komitmen Buka Ruang Lebih Luas bagi Penyandang Disabilitas

“Saudara-saudara sekalian, pasti ada yang berubah, pasti ada yang disempurnakan, pasti harus ada yang diselesaikan. Saya memilih tiga-tiganya dijalankan,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Pembangunan Jakarta Harus Berorientasi Kota Global

Pramono menjelaskan, arah pembangunan Jakarta saat ini perlu disesuaikan dengan transformasi kota tersebut menjadi kota global sekaligus pusat perekonomian nasional.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan Jakarta tidak cukup hanya diukur dengan membandingkannya terhadap kota-kota lain di Indonesia. Jakarta harus memiliki standar yang lebih tinggi agar mampu bersaing dengan kota-kota besar di dunia.

“Karena Jakarta sekarang ini ukurannya sudah sebagai kota global, maka benchmark-nya, atau persaingannya, atau perbandingannya, kalau Jakarta mau menjadi lebih baik, membandingkannya tidak dengan yang ada di dalam negeri tetapi di dunia,” ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Terbaru KJMU Tahap 2 2026 Cair Tanggal Berapa? Ini Batas Waktu dari Pramono Anung

Ia menilai, penggunaan standar internasional penting untuk mengukur sejauh mana perkembangan Jakarta dalam berbagai aspek pembangunan dan daya saing perkotaan.


Berita Terkait


News Update