POSKOTA.CO.ID - Sejumlah cabang olahraga (cabor) unggulan yang selama ini menjadi lumbung medali Indonesia dipastikan tidak dipertandingkan dalam SEA Games 2027 di Malaysia.
Keputusan tersebut menjadi perhatian karena beberapa olahraga yang dicoret memiliki rekam jejak prestasi dan kerap menyumbangkan medali emas bagi kontingen Merah Putih.
Dalam keputusannya, Malaysia hanya akan menyelenggarakan 473 nomor pertandingan dari 43 cabang olahraga.
Jumlah itu mengalami pengurangan cukup besar dibandingkan SEA Games Thailand 2025 yang mempertandingkan 573 nomor dari 50 cabang olahraga.
Artinya, terdapat pengurangan 100 nomor pertandingan dan tujuh cabang olahraga dari edisi sebelumnya.
Pemangkasan tersebut berdampak langsung terhadap peluang Indonesia untuk mempertahankan prestasi di sejumlah cabang olahraga.
SEA Games Malaysia 2027 dijadwalkan berlangsung pada 18-29 September 2027.
Sejumlah wilayah yang menjadi lokasi penyelenggaraan meliputi Kuala Lumpur, Sarawak, Penang, dan Johor.
Lantas, kenapa cabor unggulan Indonesia absen di SEA Games 2027 Malaysia?
Berikut informasi mengenai daftar cabor unggulan Indonesia yang absen di SEA Games 2027 Malaysia beserta faktor penyebabnya.
Baca Juga: Ekonomika Pancasila: Konstitusinomic
Kenapa Cabor Unggulan Indonesia Absen di SEA Games 2027 Malaysia?
Absennya sejumlah cabang olahraga unggulan Indonesia di SEA Games 2027 Malaysia berkaitan dengan penetapan program pertandingan oleh SEAGF Executive Committee.
Federasi tersebut memiliki kewenangan untuk menetapkan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang akan diperlombakan dalam pesta olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Dalam penyelenggaraan SEA Games, negara tuan rumah juga memiliki peran dalam menyusun program pertandingan.
Penentuan tersebut dapat disesuaikan dengan berbagai pertimbangan, mulai dari kapasitas penyelenggaraan, ketersediaan fasilitas olahraga, hingga kepentingan dan keunggulan tuan rumah pada cabang tertentu.
Kondisi itu membuat komposisi cabang olahraga dalam setiap edisi SEA Games dapat mengalami perubahan.
Tidak semua olahraga yang dipertandingkan pada edisi sebelumnya otomatis kembali masuk dalam daftar pertandingan berikutnya.
Dampaknya, negara peserta seperti Indonesia harus menyesuaikan strategi persiapan dan target medali dengan cabang olahraga yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.
NOC Indonesia Buka Suara
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menilai penyusunan cabang olahraga dalam SEA Games idealnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota.
Menurutnya, SEA Games merupakan ajang olahraga bersama negara-negara Asia Tenggara.
"SEA Games merupakan pesta olahraga bersama negara-negara Asia Tenggara. Karena itu, penyusunan cabang olahraga dan nomor pertandingan idealnya mempertimbangkan kepentingan seluruh negara anggota, bukan hanya aspek penyelenggaraan tuan rumah," tegas Okto.
Meski menyampaikan perhatian terhadap komposisi cabang olahraga yang dipertandingkan, Raja Sapta Oktohari menegaskan, Indonesia tetap menghormati keputusan yang telah ditetapkan melalui mekanisme SEAGF.
"Kita tentu menghormati keputusan yang telah ditetapkan melalui mekanisme SEAGF, tetapi penting bagi kita untuk terus mendorong agar SEA Games memberikan ruang kompetisi yang proporsional dan kesempatan yang adil bagi seluruh atlet di Asia Tenggara," ujarnya.
Dia juga menilai dampak penghapusan cabang olahraga tidak seharusnya hanya dilihat dari berkurangnya peluang sebuah negara mendapatkan medali.
Lanjutnya, ada proses panjang yang turut dipertaruhkan, termasuk investasi sumber daya manusia dan perjalanan atlet dalam mencapai prestasi.
"Ketika sebuah cabang olahraga yang memiliki rekam jejak prestasi internasional tidak dipertandingkan, dampaknya bukan hanya terhadap perolehan medali satu negara. Ada proses pembinaan panjang, investasi sumber daya manusia, serta perjalanan atlet yang membutuhkan panggung kompetisi. Kami ingin SEA Games tetap menjadi ajang yang mendorong peningkatan kualitas olahraga di Asia Tenggara," lanjutnya.
Baca Juga: Kasatgas Tito Kunjungi Pidie Jaya, Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan
Daftar Cabor Andalan Indonesia yang Absen di SEA Games 2027 Malaysia
Berdasarkan daftar cabang olahraga yang tidak masuk dalam program pertandingan SEA Games 2027 Malaysia, terdapat empat cabor unggulan Indonesia yang terdampak.
Keempatnya memiliki catatan prestasi dan kontribusi terhadap perolehan medali Merah Putih pada edisi sebelumnya. Berikut daftar cabor andalan Indonesia yang absen:
Bulutangkis nomor beregu putra dan putri: Indonesia tidak dapat mempertahankan peluang medali dari nomor beregu putra dan putri karena kedua nomor tersebut tidak dipertandingkan.
Panjat tebing: Cabang olahraga yang sebelumnya menyumbangkan empat medali emas bagi Indonesia ini tidak masuk dalam daftar pertandingan.
Dayung: Nomor rowing dan dragon boat yang selama ini menjadi andalan Indonesia turut ditiadakan.
Voli pantai: Indonesia kehilangan kesempatan mempertahankan gelar juara bertahan di nomor voli pantai putra.
Daftar Cabor Lainnya yang Tidak Dipertandingkan
Selain empat cabang olahraga unggulan tersebut, terdapat sejumlah olahraga lain yang juga tidak masuk dalam program SEA Games 2027 Malaysia. Berikut daftarnya:
- Gulat
- Catur
- Jujitsu
- Kickboxing
- Bola tangan
- Triathlon
