Dia juga menilai dampak penghapusan cabang olahraga tidak seharusnya hanya dilihat dari berkurangnya peluang sebuah negara mendapatkan medali.
Lanjutnya, ada proses panjang yang turut dipertaruhkan, termasuk investasi sumber daya manusia dan perjalanan atlet dalam mencapai prestasi.
"Ketika sebuah cabang olahraga yang memiliki rekam jejak prestasi internasional tidak dipertandingkan, dampaknya bukan hanya terhadap perolehan medali satu negara. Ada proses pembinaan panjang, investasi sumber daya manusia, serta perjalanan atlet yang membutuhkan panggung kompetisi. Kami ingin SEA Games tetap menjadi ajang yang mendorong peningkatan kualitas olahraga di Asia Tenggara," lanjutnya.
Baca Juga: Kasatgas Tito Kunjungi Pidie Jaya, Tinjau Tanggul Terdampak Banjir Susulan
Daftar Cabor Andalan Indonesia yang Absen di SEA Games 2027 Malaysia
Berdasarkan daftar cabang olahraga yang tidak masuk dalam program pertandingan SEA Games 2027 Malaysia, terdapat empat cabor unggulan Indonesia yang terdampak.
Keempatnya memiliki catatan prestasi dan kontribusi terhadap perolehan medali Merah Putih pada edisi sebelumnya. Berikut daftar cabor andalan Indonesia yang absen:
Bulutangkis nomor beregu putra dan putri: Indonesia tidak dapat mempertahankan peluang medali dari nomor beregu putra dan putri karena kedua nomor tersebut tidak dipertandingkan.
Panjat tebing: Cabang olahraga yang sebelumnya menyumbangkan empat medali emas bagi Indonesia ini tidak masuk dalam daftar pertandingan.
Dayung: Nomor rowing dan dragon boat yang selama ini menjadi andalan Indonesia turut ditiadakan.
Voli pantai: Indonesia kehilangan kesempatan mempertahankan gelar juara bertahan di nomor voli pantai putra.
Daftar Cabor Lainnya yang Tidak Dipertandingkan
Selain empat cabang olahraga unggulan tersebut, terdapat sejumlah olahraga lain yang juga tidak masuk dalam program SEA Games 2027 Malaysia. Berikut daftarnya:
- Gulat
- Catur
- Jujitsu
- Kickboxing
- Bola tangan
- Triathlon
