KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pengerahan alat berat dan kendaraan pengangkut sampah untuk membersihkan kawasan sekitar jalur kereta api di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pembersihan dijadwalkan mulai Rabu, 4 November 2026 sebagai bagian dari penataan kawasan yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah.
Executive Vice President (EVP) Daop 1 Jakarta PT KAI Januri mengatakan, pihaknya akan mengerahkan alat berat dan kendaraan pengangkut sampah. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api serta kondisi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
"Pelaksanaannya tentu memperhatikan keselamatan perjalanan kereta api serta kondisi masyarakat di sekitar kawasan," kata Januri saat meninjau Kampung Bahari, Jakarta Utara, Selasa, 3 November 2026.
Baca Juga: Polisi Kejar Bandar Narkoba yang Kabur, 27 Orang Ditangkap di Kampung Bahari
Menurut Januri, pembenahan kawasan tidak cukup hanya melalui pembersihan lingkungan. PT KAI bersama pemerintah juga membahas solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan penyediaan hunian alternatif bagi masyarakat yang terdampak penataan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati menyebutkan, pemerintah telah memiliki program bantuan perbaikan rumah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat.
Di Kampung Bahari, tercatat sebanyak 46 warga menjadi penerima bantuan yang tersebar di beberapa RW.
"Untuk Kampung Bahari, saat ini sudah ada 46 penerima bantuan perbaikan rumah yang tersebar di beberapa RW. Kami akan melakukan pendataan kembali untuk melihat kemungkinan penambahan penerima sesuai dengan ketersediaan program," kata Sri.
Baca Juga: Kampung Bahari Digerebek, Bos Gendut DPO Kasus 98 Kg Sabu Ditangkap
Lebih lanjut, Sri menyampaikan, pemerintah juga membahas alternatif tempat tinggal bagi warga yang nantinya terdampak penataan bersama PT KAI dan pemerintah daerah.
Salah satu opsi yang muncul adalah penyediaan hunian di kawasan Senen, Jakarta Pusat, meski rencana tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
"Untuk alternatif hunian, kami masih melakukan pembahasan bersama PT KAI dan pemerintah daerah. Salah satu yang menjadi opsi adalah hunian di kawasan Senen, tetapi tentu perlu dikaji dan dibicarakan lebih lanjut," jelas Sri.
Selain itu, lanjut Sri, penataan Kampung Bahari juga diarahkan untuk memperhatikan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat. Terutama warga yang selama ini memperoleh penghasilan dari pemilahan dan pengelolaan sampah.
