8 Fenomena Astronomi November 2026, Ada Supermoon Beaver dan Hujan Meteor Leonid

Selasa 03 Nov 2026, 15:00 WIB
Langit November 2026 menghadirkan berbagai fenomena astronomi, termasuk hujan meteor Leonid, parade planet. (Sumber: Wikimedia Commons)
Langit November 2026 menghadirkan berbagai fenomena astronomi, termasuk hujan meteor Leonid, parade planet. (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Langit malam November 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi menarik. Mulai dari pertemuan Bulan dengan beberapa planet, hujan meteor, parade planet, hingga kemunculan Supermoon Beaver yang menjadi salah satu peristiwa langit paling dinantikan bulan ini.

Bagi penggemar astronomi, November bisa menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengamati langit. Beberapa fenomena bahkan dapat disaksikan tanpa teleskop, asalkan cuaca cerah dan lokasi pengamatan minim polusi cahaya.

Mengutip informasi yang dilansir National Geographic, terdapat delapan fenomena astronomi yang dijadwalkan berlangsung sepanjang November 2026. Berikut jadwal dan waktu terbaik untuk mengamatinya.

Baca Juga: Jadwal Moto3 Qatar 2026 Lengkap: Kualifikasi dan Race Veda Ega Jam Berapa?

Daftar Fenomena Astronomi November 2026

1. Bulan Berdekatan dengan Mars dan Jupiter (2–3 November)

Awal bulan dibuka dengan pertemuan Bulan, Mars, dan Jupiter di langit timur. Ketiganya tampak berdekatan dengan jarak sekitar enam derajat dan bisa diamati menggunakan binokular.

Di sekitar susunan tersebut, pengamat juga dapat mencari Regulus dan Gugus Beehive yang berada di kawasan rasi Leo dan Cancer.

2. Hujan Meteor Taurid Selatan dan Utara (4–5 dan 11–12 November)

November menghadirkan dua puncak hujan meteor Taurid. Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncak pada 4–5 November, sedangkan Taurid Utara menyusul pada 11–12 November.

Intensitasnya relatif rendah, sekitar lima meteor per jam. Namun, Taurid dikenal memiliki bola api atau fireball yang terlihat terang.

3. Fase Bulan Baru (9 November)

Fase Bulan baru berlangsung pada 9 November. Minimnya cahaya Bulan membuat langit lebih gelap sehingga pengamatan objek redup seperti Galaksi Andromeda dan Nebula Orion menjadi lebih memungkinkan.

4. Parade Planet (14–16 November)

Pertengahan bulan menjadi kesempatan untuk melihat beberapa planet sekaligus. Mars dan Jupiter diperkirakan tampak berdekatan di langit selatan, sedangkan Venus dan Merkurius dapat ditemukan di langit tenggara menjelang Matahari terbit.

5. Hujan Meteor Leonid (17–18 November)

Leonid mencapai puncaknya pada 17–18 November. Hujan meteor ini dikenal memiliki gerakan cepat dan sesekali menghasilkan kilatan cahaya terang.

Pengamatan disarankan setelah tengah malam hingga menjelang fajar. Cari lokasi terbuka yang jauh dari lampu perkotaan agar meteor lebih mudah terlihat.

6. Merkurius di Elongasi Barat Terbesar (20 November)

Merkurius mencapai elongasi barat terbesar pada 20 November. Posisi ini membuat planet tersebut lebih mudah ditemukan di langit tenggara sebelum Matahari terbit, terutama dengan bantuan binokular.

7. Supermoon Beaver (24 November)

Salah satu fenomena yang paling menarik adalah Supermoon Beaver pada 24 November 2026. Bulan purnama ini menjadi supermoon pertama sejak Januari 2026.

Supermoon terjadi ketika fase purnama bertepatan dengan posisi Bulan yang relatif dekat dengan Bumi. Akibatnya, Bulan dapat terlihat lebih besar dan terang dibandingkan purnama ketika berada lebih jauh.

Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah ketika Bulan baru terbit atau mendekati ufuk.

8. Uranus Mencapai Oposisi (25 November)

Uranus mencapai oposisi pada 25 November. Artinya, planet tersebut berada berlawanan arah dengan Matahari jika dilihat dari Bumi sehingga berpeluang diamati sepanjang malam.

Untuk menemukannya, pengamat membutuhkan binokular yang memadai atau teleskop.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 3 November 2026 Dijual Mulai Rp418 Ribu per Gram, Simak Rinciannya

Tips Mengamati Fenomena Langit November

Agar pengamatan lebih maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pilih lokasi minim polusi cahaya.
  • Periksa prakiraan cuaca sebelum keluar malam.
  • Gunakan aplikasi peta langit untuk mengenali posisi planet dan rasi bintang.
  • Siapkan binokular atau teleskop untuk objek yang redup.
  • Berikan waktu bagi mata untuk beradaptasi dengan kondisi gelap.

Beragam fenomena tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal benda-benda langit lebih dekat. Meski tidak semuanya bisa diamati dengan mata telanjang, beberapa peristiwa seperti hujan meteor dan Bulan purnama tetap menarik untuk dinikmati.

Pastikan memilih waktu dan lokasi yang tepat agar pengamatan langit November 2026 berjalan lebih maksimal.


Berita Terkait


News Update