Fase Bulan baru berlangsung pada 9 November. Minimnya cahaya Bulan membuat langit lebih gelap sehingga pengamatan objek redup seperti Galaksi Andromeda dan Nebula Orion menjadi lebih memungkinkan.
4. Parade Planet (14–16 November)
Pertengahan bulan menjadi kesempatan untuk melihat beberapa planet sekaligus. Mars dan Jupiter diperkirakan tampak berdekatan di langit selatan, sedangkan Venus dan Merkurius dapat ditemukan di langit tenggara menjelang Matahari terbit.
5. Hujan Meteor Leonid (17–18 November)
Leonid mencapai puncaknya pada 17–18 November. Hujan meteor ini dikenal memiliki gerakan cepat dan sesekali menghasilkan kilatan cahaya terang.
Pengamatan disarankan setelah tengah malam hingga menjelang fajar. Cari lokasi terbuka yang jauh dari lampu perkotaan agar meteor lebih mudah terlihat.
6. Merkurius di Elongasi Barat Terbesar (20 November)
Merkurius mencapai elongasi barat terbesar pada 20 November. Posisi ini membuat planet tersebut lebih mudah ditemukan di langit tenggara sebelum Matahari terbit, terutama dengan bantuan binokular.
7. Supermoon Beaver (24 November)
Salah satu fenomena yang paling menarik adalah Supermoon Beaver pada 24 November 2026. Bulan purnama ini menjadi supermoon pertama sejak Januari 2026.
Supermoon terjadi ketika fase purnama bertepatan dengan posisi Bulan yang relatif dekat dengan Bumi. Akibatnya, Bulan dapat terlihat lebih besar dan terang dibandingkan purnama ketika berada lebih jauh.
Waktu terbaik untuk mengamatinya adalah ketika Bulan baru terbit atau mendekati ufuk.
