POSKOTA.CO.ID - Pemerintah bersiap mengubah sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui program Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos Digital). Program berbasis Government Technology (GovTech) ini direncanakan mulai diluncurkan secara nasional pada 10 November 2026.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, rencana peluncuran tersebut telah diusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto. Melalui sistem baru ini, pemerintah ingin memperbaiki pendataan sekaligus memastikan bantuan sosial diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.
"Kalau tidak ada perubahan sekitar tanggal 10, sebenarnya kami usulkan pada Presiden tanggal 10 akan di-roll out secara nasional," kata Luhut di Jakarta, sebagaimana dikutip Minggu (1/11/2026).
Perubahan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sistem perlindungan sosial yang lebih terintegrasi. Pendataan penerima tidak lagi hanya mengandalkan mekanisme administrasi konvensional, tetapi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk membantu proses verifikasi.
Baca Juga: Jadwal Melbourne vs Persib di ACL 2 Jam Berapa dan Tayang di TV Mana? Cek Selengkapnya di Sini
60 Juta Orang Sudah Terdaftar dalam Sistem GovTech
Luhut mengungkapkan, jumlah masyarakat yang sudah tercatat dalam sistem GovTech mencapai 60 juta orang. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 100 juta orang ketika peluncuran nasional dilakukan.
"Per hari ini sudah 60 juta yang mendaftar yang terdaftar di dalam GovTech itu yang qualified untuk menerima bansos. Dan kita harap nanti waktu roll out oleh Presiden tanggal 10 November itu sudah lebih 100 juta orang," ujarnya.
Pemerintah juga berharap seluruh masyarakat yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan sudah masuk dalam sistem hingga akhir 2026.
Menurut Luhut, pembenahan data menjadi salah satu bagian penting dari perubahan tersebut. Selama ini, persoalan ketidaktepatan sasaran masih menjadi perhatian dalam penyaluran bantuan sosial.
"Jadi membawa keadilan," tegasnya.
Bagaimana Mekanisme Pendaftaran Bansos Digital?
Digitalisasi perlindungan sosial tidak hanya berkaitan dengan perubahan cara penyaluran bantuan, tetapi juga proses pendataan calon penerima.
Dalam skema pendaftaran mandiri yang sebelumnya dipaparkan pemerintah, masyarakat diarahkan menggunakan Portal Perlinsos Kemensos untuk memasukkan data dan menjalani proses verifikasi.
Beberapa data dan tahapan yang perlu dipersiapkan meliputi:
- NIK KTP elektronik: Nomor Induk Kependudukan digunakan sebagai identitas utama dalam proses pendataan.
- Nomor meter listrik: Data ini menjadi salah satu informasi pendukung dalam proses verifikasi.
- Pemindaian wajah: Teknologi face recognition digunakan untuk membantu memastikan kesesuaian identitas pendaftar.
- Verifikasi data: Informasi yang masuk akan diperiksa untuk membantu menentukan kesesuaian calon penerima dengan kriteria bantuan.
Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti petunjuk resmi pemerintah ketika sistem pendaftaran diberlakukan secara nasional. Terdaftar dalam sistem tidak otomatis berarti seseorang langsung memperoleh bantuan.
Bansos Digital Ditargetkan Berjalan Lebih Luas pada 2027
Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Perlinsos Digital untuk 2027 dengan target mencakup sekitar 48 juta keluarga.
Perubahan tersebut diarahkan menuju sistem bantuan tunai digital atau cash transfer. Artinya, pemerintah secara bertahap menyiapkan mekanisme bantuan yang lebih langsung kepada penerima manfaat.
Rencana ini diharapkan dapat memperbaiki proses pendataan sekaligus mengurangi risiko bantuan salah sasaran.
Bagi masyarakat, perubahan sistem tersebut membuat keakuratan data kependudukan menjadi semakin penting. Karena itu, warga perlu memastikan identitas dan informasi pendukung sesuai dengan data resmi.
Dengan target lebih dari 100 juta orang saat peluncuran, Perlinsos Digital menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperbarui sistem perlindungan sosial. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada ketepatan verifikasi, kesiapan infrastruktur, dan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
