Bansos Digital Mulai 10 November 2026, Luhut Targetkan 100 Juta Penerima Terdaftar

Senin 02 Nov 2026, 21:00 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan rencana peluncuran Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos Digital) secara nasional pada November 2026. (Sumber: KemenPANRB)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan rencana peluncuran Digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos Digital) secara nasional pada November 2026. (Sumber: KemenPANRB)

Dalam skema pendaftaran mandiri yang sebelumnya dipaparkan pemerintah, masyarakat diarahkan menggunakan Portal Perlinsos Kemensos untuk memasukkan data dan menjalani proses verifikasi.

Beberapa data dan tahapan yang perlu dipersiapkan meliputi:

  • NIK KTP elektronik: Nomor Induk Kependudukan digunakan sebagai identitas utama dalam proses pendataan.
  • Nomor meter listrik: Data ini menjadi salah satu informasi pendukung dalam proses verifikasi.
  • Pemindaian wajah: Teknologi face recognition digunakan untuk membantu memastikan kesesuaian identitas pendaftar.
  • Verifikasi data: Informasi yang masuk akan diperiksa untuk membantu menentukan kesesuaian calon penerima dengan kriteria bantuan.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu mengikuti petunjuk resmi pemerintah ketika sistem pendaftaran diberlakukan secara nasional. Terdaftar dalam sistem tidak otomatis berarti seseorang langsung memperoleh bantuan.

Baca Juga: Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan ke-9: Persija vs Persebaya dan Java United vs Persib Main Kapan?

Bansos Digital Ditargetkan Berjalan Lebih Luas pada 2027

Sebelumnya, pemerintah juga menyiapkan pengembangan Perlinsos Digital untuk 2027 dengan target mencakup sekitar 48 juta keluarga.

Perubahan tersebut diarahkan menuju sistem bantuan tunai digital atau cash transfer. Artinya, pemerintah secara bertahap menyiapkan mekanisme bantuan yang lebih langsung kepada penerima manfaat.

Rencana ini diharapkan dapat memperbaiki proses pendataan sekaligus mengurangi risiko bantuan salah sasaran.

Bagi masyarakat, perubahan sistem tersebut membuat keakuratan data kependudukan menjadi semakin penting. Karena itu, warga perlu memastikan identitas dan informasi pendukung sesuai dengan data resmi.

Dengan target lebih dari 100 juta orang saat peluncuran, Perlinsos Digital menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperbarui sistem perlindungan sosial. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada ketepatan verifikasi, kesiapan infrastruktur, dan kemudahan akses bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.


Berita Terkait


News Update