Dalam penanganan awal, BPBD KBB mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya terpal, karung dan bahan kebutuhan pokok.
Sementara itu, akses menuju lokasi longsor menjadi salah satu kendala petugas dalam melakukan penanganan. Hingga asesmen pada Rabu, 28 Oktober 2026, BPBD masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian akibat kejadian tersebut.
Yoga kembali mengingatkan warga agar tidak menganggap remeh kondisi tanah di sekitar permukiman. Retakan yang ditemukan menjadi salah satu indikator bahwa potensi pergerakan tanah masih ada.
"Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Jangan menunggu longsor kembali terjadi. Jika kondisi lingkungan menunjukkan tanda bahaya, warga harus segera meninggalkan lokasi dan mencari tempat pengungsian yang lebih aman," pungkasnya.
