KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Jumlah korban jiwa akibat ledakan hebat di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan kembali bertambah. Seorang korban bernama Andri Rachmanto dilaporkan mengembuskan napas terakhir pada Selasa, 28 Oktober 2026 setelah sempat menjalani perawatan intensif selama beberapa hari di rumah sakit.
Dengan meninggalnya Andri, total korban tewas akibat insiden yang terjadi pada Rabu, 14 Oktobeer 2026 malam tersebut kini menjadi tiga orang.
Polda Metro Jaya menyampaikan rasa duka cita mendalam atas bertambahnya korban jiwa dalam peristiwa tragis ini.
"Kita menyampaikan bela sungkawa terhadap korban yang beberapa hari dirawat, kemarin Selasa meninggal dunia. Kita menyampaikan empati," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Kamis, 29 Oktober 2026.
Baca Juga: Pascaledakan Pasar Cimanggis, Pedagang Masih Trauma dan Aktivitas Perdagangan Lumpuh Total
Budi menegaskan bahwa hingga saat ini jajaran kepolisian masih terus bekerja keras untuk menyingkap penyebab pasti ledakan yang menghancurkan sejumlah blok bangunan di pasar tersebut. Pihak penyidik saat ini tengah menunggu hasil uji laboratorium dari Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
"Masih didalami. Beri ruang kepada teman-teman Ditreskrimum untuk mendalami sebab-akibat karena masih menunggu pemeriksaan dari Labfor Mabes Polri," kata Budi.
Sebelumnya, dugaan sementara kepolisian mengarah pada kebocoran atau ledakan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram yang ditemukan tim gabungan di lokasi kejadian. Gas etilen sendiri secara umum dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mematangkan buah-buahan secara cepat.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro sempat membeberkan temuan awal tersebut saat peninjauan lokasi pada Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari.
Baca Juga: Ledakan Pasar Cimanggis, Polisi Pastikan Bukan Bom dan Dapur MBG
"Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen berkapasitas 52 kilo yang memang lazim digunakan untuk mematangkan buah," jelas Susatyo kala itu.
Meski indikasi awal mengarah pada tabung gas tersebut, pihak kepolisian menegaskan belum mengambil kesimpulan akhir apakah insiden maut ini dipicu oleh faktor kelalaian (human error) atau ada unsur kesengajaan. Seluruh bukti fisik dan keterangan saksi kunci masih terus dikumpulkan untuk memastikan konstruksi perkara secara terang benderang.
