Dalam aksi demonstrasi, simbol visual seperti salam tiga jari kerap dipilih karena mudah dikenali dan dapat menyampaikan pesan tanpa harus menggunakan kalimat panjang.
Gestur tersebut juga dapat menjadi penanda identitas bersama bagi orang-orang yang memiliki tujuan atau aspirasi serupa.
Dalam konteks gerakan Indonesia Sadar, salam tiga jari dikaitkan dengan tiga nilai utama, yakni:
Kebebasan: menggambarkan harapan agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat, memperoleh hak, dan berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi.
Kesetaraan: menegaskan pentingnya perlakuan yang adil bagi setiap warga negara serta kesempatan yang setara dalam kehidupan sosial dan politik.
Persaudaraan: mencerminkan solidaritas dan persatuan masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi bersama.
Dalam aksi Indonesia Sadar, salam tiga jari dikaitkan dengan nilai kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan.
Ketiganya memiliki hubungan dengan prinsip kehidupan demokrasi dan dikenal melalui semboyan Prancis, liberté, égalité, fraternité.
Semboyan tersebut berkaitan erat dengan sejarah Revolusi Prancis dan perkembangan gagasan mengenai hak warga negara, kesetaraan, serta solidaritas sosial.
Berikut adalah penjelasan mengenai ketiga nilai tersebut yang bisa disimak selengkapnya:
- Liberté (kebebasan): berkaitan dengan hak individu untuk menyampaikan pendapat, menentukan pilihan, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat tanpa tekanan yang tidak sah.
- Égalité (kesetaraan): menekankan bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang setara di hadapan hukum dan berhak memperoleh perlakuan yang adil.
- Fraternité (persaudaraan): menggambarkan semangat solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan sosial.
Baca Juga: Edarkan Tembakau Sintetis Lewat Medsos, Pemuda Jawilan Serang Diringkus Polisi
Sejarah Salam Tiga Jari
Salam tiga jari sendiri dikenal luas melalui The Hunger Games, waralaba novel karya Suzanne Collins yang kemudian diadaptasi menjadi film.
