Jakarta dan Tokyo Perkuat Kerja Sama Sister City, Bahas Transportasi hingga Industri Kreatif

Rabu 28 Okt 2026, 13:37 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (kanan) bersama Wakil Gubernur Tokyo, Tomohide Sato (kiri) di Tokyo Metropolitan Goverment, Selasa, 27 Oktober 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno (kanan) bersama Wakil Gubernur Tokyo, Tomohide Sato (kiri) di Tokyo Metropolitan Goverment, Selasa, 27 Oktober 2026. (Sumber: Pemprov DKI Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Hubungan kerja sama sister city antara Jakarta dan Tokyo yang terjalin sejak 23 Oktober 1989 memasuki babak baru. Dalam pertemuan bilateral di Tokyo Metropolitan Government, Selasa, 27 Oktober 2026.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno dan Wakil Gubernur Tokyo Tomohide Sato sepakat memperkuat kolaborasi strategis, khususnya pada sektor kebudayaan, industri kreatif, serta modernisasi transportasi publik.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Jakarta untuk menyerap pengalaman Tokyo dalam mengelola kota megapolitan yang modern tanpa mengorbankan warisan sejarah dan kelestarian lingkungan.

Dalam sektor kebudayaan, Jakarta tengah memfokuskan perhatian pada revitalisasi kawasan Kota Tua agar tetap mempertahankan nilai sejarah sekaligus menjadi ruang publik yang hidup.

Baca Juga: Rano Karno Dorong Jakarta jadi Kota Sinema, Gandeng BPS Ukur Dampak Industri Film

Pemprov DKI menyoroti tata kelola kawasan bersejarah Tokyo seperti Asakusa dan Kagurazaka yang sukses melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal.

“Kami ingin bertukar pengalaman mengenai pengelolaan kawasan bersejarah seperti Asakusa dan Kagurazaka, khususnya dalam melibatkan masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Selain revitalisasi kawasan, optimalisasi fungsi museum juga menjadi prioritas. Jakarta mendorong kerja sama pertukaran pengetahuan (knowledge sharing) antar-pengelola museum kedua kota, meliputi:

  • Pengelolaan koleksi dan pengembangan konsep pameran modern.
  • Pemanfaatan teknologi digital untuk interaksi pengunjung.
  • Penyusunan program edukasi yang menarik minat generasi muda dan anak-anak.

Baca Juga: Wagub Rano Karno Optimis Program Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Ekonomi Pedagang Pasar

Pengembangan Industri Kreatif dan Ambisi 'Jakarta Kota Sinema'

Sektor industri kreatif tidak lepas dari pembahasan. Jakarta berniat mengadopsi model pendampingan komunitas kreatif milik Arts Council Tokyo, terutama terkait skema pendanaan, penyediaan ruang kreatif, dan pemetaan program berbasis komunitas.

Langkah ini sejalan dengan ambisi Jakarta untuk memperkuat posisinya sebagai "Kota Sinema".

Melalui kemitraan ini, Jakarta berharap dapat memelajari strategi Tokyo, meliputi:

  • Pengembangan fasilitas dan ekosistem industri perfilman.
  • Pemberian dukungan dan fasilitasi bagi para sineas lokal.
  • Pemanfaatan karya film sebagai media promosi pariwisata dan penguat identitas kota.

Baca Juga: Jakarta Fair 2026 Catat Lebih dari 6 Juta Pengunjung, Rano Karno: Optimis Ekonomi Ibu Kota Terus Tumbuh

Modernisasi Transportasi Perairan dan Bus Ramah Lingkungan

Di bidang transportasi, pembahasan difokuskan pada dua isu utama: konektivitas pulau dan transisi energi bersih.

Untuk wilayah kepulauan, Jakarta ingin meningkatkan konektivitas menuju Kepulauan Seribu guna mendukung kelancaran distribusi logistik, pemenuhan kebutuhan dasar warga, serta percepatan sektor pariwisata. Jakarta memelajari sistem transportasi perairan Tokyo yang aman, terjangkau, dan terintegrasi antarmoda, termasuk dalam hal skema pembiayaan dan kemitraan operator.

Sementara untuk transportasi darat, Pemprov DKI mendalami pengalaman Tokyo dalam mengoperasikan armada bus ramah lingkungan berbasis listrik dan hidrogen. Data operasional dari Tokyo akan dijadikan acuan evaluasi mencakup:

  • Analisis biaya operasional dan pemeliharaan armada (maintenance).
  • Ketersediaan dan keandalan pasokan energi.
  • Kesiapan infrastruktur pengisian daya (charging/refueling station).
  • Penyesuaian spesifikasi armada dengan karakteristik rute jalan di Jakarta.

“Kami ingin mempelajari pengalaman Tokyo dalam pengelolaan transportasi perairan yang aman, terjangkau, dan andal, termasuk kerja sama dengan operator, pembiayaan layanan, serta integrasi antarmoda,” tutur Wagub Rano.

Pertukaran pengalaman yang membentang selama lebih dari tiga dekade ini diharapkan tidak hanya mempererat hubungan diplomasi antarkota, tetapi juga memberikan solusi konkret bagi pembangunan Jakarta yang inklusif, nyaman, dan berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update