JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Industri perfilman dan ekonomi kreatif dinilai memiliki daya dongkrak besar terhadap roda perekonomian Jakarta. Tak hanya memutar roda di layar lebar, aktivitas produksi film terbukti memberi efek domino pada sektor pariwisata, kuliner, perhotelan, hingga transportasi.
Melihat potensi yang kian membesar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan bergerak maju. Pemprov akan menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memetakan dan mengukur secara akurat kontribusi riil dari 21 subsektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah.
"Selama ini sebagai tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), kita hanya memantau tentang pangan saja. Ternyata yang namanya ekonomi kreatif ini ada 21 subsektor yang mungkin secara terhitung tidak pernah dilakukan. Nah, ini momennya," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat ditemui di Park Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Oktober 2026.
Rano menegaskan, pendataan bersama BPS ini krusial agar pemerintah memiliki pijakan data yang valid dalam menentukan kebijakan pengembangan industri kreatif ke depan.
Baca Juga: Pramono Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta
"Karena itu kita akan segera bekerja sama dengan BPS untuk mengukur ekonomi kreatif ini impact ekonominya berapa," lanjutnya.
Pasar Film Domestik Kian Solid
Langkah pendataan ini bukan tanpa alasan. Geliat penonton film di tanah air menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga Oktober 2026 saja, angka kunjungan bioskop di Indonesia telah mendekati 70 juta penonton.
Catatan tersebut melanjutkan dominasi industri sinema pada 2025 lalu, di mana total penonton film di Indonesia menembus hampir 122 juta orang. Menariknya, sekitar 85 juta di antaranya merupakan penikmat film-film karya anak bangsa.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap karya lokal mempertegas bahwa industri perfilman Indonesia memiliki basis pasar yang sangat kuat dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pramono Minta Pencuri Hidran Ditindak Tegas, 54 Titik di Jaktim jadi Korban
"Artinya mengindikasikan Jakarta establish sebagai kota sinema," pungkas Rano.
