Salah satu pendekatannya adalah mengurangi hambatan impor dan meninjau struktur pasar yang terkonsentrasi pada sejumlah sektor.
Tujuannya adalah memperluas pilihan konsumen dan mendorong persaingan harga.
Yashar juga menyampaikan gagasan mengenai dukungan bagi warga yang bekerja dan menjalankan pelayanan militer, termasuk melalui kebijakan bantuan perumahan dan subsidi penitipan anak.
Dalam program yang diberitakan menjelang pemilu, partai tersebut turut menyoroti peningkatan kesejahteraan prajurit wajib militer.
Agenda ekonomi ini memperluas tawaran politik Eisenkot di luar isu pertahanan.
Namun, pelaksanaan kebijakan tersebut akan membutuhkan perincian anggaran dan dukungan legislatif jika Yashar masuk ke pemerintahan.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Kian Dituntut Kejujuran, Jangan Tutupi Kepalsuan
Bagaimana Sikap Eisenkot terhadap Iran, Lebanon, dan Palestina?
Meskipun mengusung perubahan kepemimpinan dan akuntabilitas, Eisenkot bukan tokoh yang menawarkan pelunakan menyeluruh dalam kebijakan keamanan Israel.
Sebagai mantan Kepala Staf IDF, ia dikenal memiliki pandangan keras terhadap ancaman militer.
Dia mendukung tindakan militer terhadap Hamas dan menekankan pentingnya menjaga kemampuan pertahanan Israel.
Dalam isu Lebanon, ia mendukung langkah keamanan untuk menghadapi Hezbollah serta keterlibatan mitra internasional dalam menghadapi ancaman tersebut.
Eisenkot juga menolak pembentukan negara Palestina dalam kondisi saat ini.
