Kemudian, pada 2015, Netanyahu menunjuk Eisenkot sebagai Kepala Staf IDF ke-21.
Ia menduduki jabatan itu hingga 2019, mengawasi militer Israel dalam periode yang diwarnai tantangan keamanan regional.
Kemudian, Eisenkot mulai memasuki dunia politik pada 2022 ketika bergabung dengan Benny Gantz dalam Partai Persatuan Nasional.
Setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Eisenkot dan Gantz bergabung dengan kabinet perang yang dibentuk Netanyahu.
Keduanya terlibat dalam pembahasan strategi Israel selama perang di Gaza.
Namun, hubungan politik tersebut tidak berlangsung tanpa perbedaan. Pada Juni 2024, Eisenkot dan Gantz meninggalkan pemerintahan perang.
Eisenkot mengkritik tidak adanya strategi yang jelas untuk masa setelah perang dan menilai pemerintah perlu menetapkan arah politik serta keamanan yang lebih terukur.
Keputusan itu memperkuat posisinya sebagai tokoh yang mengkritik kepemimpinan Netanyahu dari dalam lingkaran politik Israel.
Dirinya lalu meninggalkan Partai Persatuan Nasional dan mendirikan Yashar pada September 2025.
Baca Juga: Jadwal Demo Hari Ini 28 Oktober 2026 di Jakarta: di Mana dan Jam Berapa?
Apa Janji Kampanye Gadi Eisenkot?
Program Eisenkot melalui Partai Yashar tidak hanya berfokus pada persoalan militer.
Pihaknya juga mengajukan sejumlah agenda untuk mengubah kebijakan dalam negeri dan memperbaiki hubungan pemerintah dengan masyarakat.
