53 Aksi Unjuk Rasa Bikin Jakarta Padat, Ini Titik Pengamanan Personel Gabungan

Rabu 28 Okt 2026, 15:28 WIB
Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) mengawal 77 kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Sumber: Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) mengawal 77 kegiatan masyarakat di wilayah Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026. (Sumber: Polda Metro Jaya)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Polda Metro Jaya bersama TNI, Pemprov DKI Jakarta, dan Pengamanan Dalam (Pamdal) mengerahkan pengamanan ketat untuk mengawal 77 kegiatan masyarakat di wilayah DKI Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Dari total agenda tersebut, sebanyak 53 di antaranya merupakan aksi penyampaian aspirasi atau demonstrasi, sementara 24 sisanya merupakan agenda kegiatan masyarakat umum.

Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, menyatakan bahwa personel gabungan telah disebar ke sejumlah titik penting.

"Personel gabungan disebar ke sejumlah titik, antara lain kawasan DPR/MPR RI, depan UOB, Tugu Tani, dan Silang Selatan Monas," ujar Dadang kepada awak media, Rabu, 28 Oktober 2026.

Baca Juga: Demo Jakarta 28 Oktober 2026, Cek Jadwal Operasi Transjakarta, MRT, dan LRT Hari Ini

Menurut Dadang, fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada keamanan jalannya aksi, tetapi juga menjaga mobilitas publik agar tetap bergerak lancar.

Pendekatan persuasif dan humanis diprioritaskan lewat komunikasi serta negosiasi terbuka demi menghindari gesekan di lapangan.

“Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dimulai dari langkah-langkah pendekatan persuasif dan humanis,” ucap Dadang.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

Baca Juga: Jam Berapa Demo BEM UI Hari Ini 28 Oktober 2026? Simak Titik Lokasi Aksi

Meski begitu, Dadang mengimbau agar pelaksanaan hak tersebut tetap memperhatikan kenyamanan warga lain yang sedang bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas.

Masyarakat juga disarankan untuk memantau pembaruan situasi lalu lintas secara berkala melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan memantau informasi lalu lintas melalui kanal resmi TMC Polda Metro Jaya maupun Polda Metro Jaya," ucap Dadang.

Sejalan dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menambahkan bahwa rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi bersifat situasional.

Baca Juga: Link CCTV Pantau Macet saat Demo 28 Oktober 2026 di Bundaran HI dan Sekitar Monas

Pengalihan arus akan disesuaikan dengan eskalasi dan dinamika massa di lapangan untuk menekan kemacetan. Selain pengaturan jalan, tim gabungan disiagakan untuk memberi pelayanan kesehatan serta imbauan agar peserta aksi menjaga ketertiban dan fasilitas umum.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat Saling Menjaga Ruang Publik sebagai Sarana Penyampaian Pendapat menjadi bagian penting dalam pelayanan ini,” kata Budi.


Berita Terkait


News Update