Klarifikasi Dino Patti Djalal usai Viral Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura: Tidak Benar

Senin 26 Okt 2026, 11:16 WIB
Dino Patti Djalal klarifikasi soal isu kunjungi kediaman Dubes Singapura di Jakarta. (Sumber: Dok. Instagram/@dinopattidjalal)
Dino Patti Djalal klarifikasi soal isu kunjungi kediaman Dubes Singapura di Jakarta. (Sumber: Dok. Instagram/@dinopattidjalal)

POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Dino Patti Djalal mengklarifikasi soal siu viral yang menyebut dirinya melakukan pertemuan dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Dalam narasi yang beredar luas di media sosial, Dino disebut menyambangi rumah Dubes Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng di Jakarta bersama pendiri lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani.

Dino dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa kabar tersebut adalah berita fiktif dan sama sekali tidak benar.

Baca Juga: IPW Desak Prabowo Terbitkan Inpres Larangan Vape di Instansi Pemerintah

Narasi tersebut diketahui muncul setelah Dino mengomentari hubungan Indonesia dan Singapura. Dalam pernyataannya itu, Dino menilai bahwa anggapan soal Singapura diduga berkonspirasi untuk menjatuhkan pasar modal Indonesia hingga menyabotase MSCI tidak masuk akal.

"Dalam dua hari belakangan ini ada postingan Instagram entah oleh siapa yang menceritakan seolah-olah saya mendatangi rumah Duta Besar Singapura di Jakarta malam hari, pada hari Minggu, dan didampingi juga oleh Saiful Mujani. Dan postingan ini beredar setelah saya memberikan pernyataan mengenai hubungan Indonesia-Singapura," ujar Dino dalam video yang diunggah di akun Instagramnya @dinopattidjalal, seperti dikutip pada Senin, 26 Oktober 2026.

Klarifikasi Dino Patti Djalal

Melalui unggahan video klarifikasinya, Dino menyampaikan bahwa berita mengenai dirinya yang beberapa hari belakangan ini beredar luas di media sosial sama sekali tidak benar dan merupakan hasil rekayasa.

"Saya ingin memberikan klarifikasi bahwa berita itu 100 persen fiktif, totally fabricated," kata Dino.

Lebih lanjut, Dino mengungkapkan bahwa pada Minggu, 18 Oktober 2026 dia sedang berada di Perth, Australia untuk berbicara dalam sesi konferensi perubahan iklim yang diselenggarakan organisasi nirlaba NSM Global Citizen, tempat ia menjabat sebagai anggota Oceania Board.

Baca Juga: Nusron Wahid Mangkir Dua Kali, MAKI Desak KPK Terbitkan Surat Perintah Jemput Paksa

Di Australia, kata Dino, ia menetap selama tiga hari dan baru kembali ke Indonesia pada Selasa, 20 Oktober 2026 malam. Selama agenda tersebut, ia mengaku bertemu Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta.

"Pada hari Minggu itu, saya berada di Perth, Australia, selama tiga hari, baru kembali hari Selasa malam," ungkapnya.

Sudah Lama Tidak Mengunjungi Kwok

Dalam klarifikasinya, Dino juga menjelaskan bahwa dirinya sudah lama tidak bertamu ke kediaman Dubes Singapura di Jakarta, meski menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan Kwok.

Ia mengatakan telah mengenal Kwok saat betugas di Indonesia sejak 2022 lalu. Namun, memang belum berkunjung lagi ke kediamannya.

Dino pun mengatakan rencananya untuk mengundang Kwok makan di tempatnya setelah isu ini viral dan menjadi perbincangan publik.

Baca Juga: Jadwal Magang Nasional Batch 3 Angkatan 2 Tahun 2026, Cek Tanggal Pendaftaran dan Pengumumannya

"Jadi berita bahwa saya mendatangi rumah beliau pada hari Minggu itu tidak benar. Tapi thank you for the reminder, saya akan segera menelepon beliau untuk mengundang Duta Besar Singapura itu untuk datang ke AKC Library Cafe saya di Kemang dan mengundang, mengajak beliau untuk makan dendeng balado masakan ibu saya yang lezat sekali," ucap dia.

Di sisi lain, terkait kabar dirinya datang ke rumah Dubes Singapura bersama Saiful Mujani, Dino menyampaikan bahwa ia tidak mengenal Saiful Mujani secara pribadi.

Ia bahkan menegaskan tidak memiliki urusan pekerjaan dan belum pernah bertemu secara langsung dengan sosok tersebut. Meski begitu, ia mangaku mengetahui Saiful dan sangat menghargainya.

"Tapi, saya tidak pernah ada pertemuan dengan beliau. Hopefully, one day I will meet him," tuturnya.

Dugaan Adanya Tim Siluman

Dino menduga adanya gerakan terorganisir yang sengaja menargetkan orang-orang yang bersikap kritis di ruang publik. Operasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengintimidasi sejumlah pihak lewat produksi berita palsu.

"Ini mencerminkan adanya satu modus operandi baru. Suatu teknik di mana tim siluman memproduksi berita fiktif lewat akun-akun buatan sendiri. Ini bentuk intimidasi terhadap freedom of speech," jelasnya.

Ia pun menyebut gerakan ini sebagai Operasi Siluman dan perlu diwaspadai oleh masyarakat luas karena merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia.

"saya katakan tim siluman, mereka membuat berita-berita yang fiktif gitu ya, posting di berbagai akun yang mereka buat sendiri. Jadi seakan-akan ini adalah murni dari bawah, tapi tidak ya. Ini adalah aksi yang terkoordinir, terorganisir, dan ada ininya, ada backing-nya gitu ya, karena tidak mungkin mereka melakukan ini karena iseng gitu ya," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update