Klarifikasi Dino Patti Djalal usai Viral Isu Pertemuan dengan Dubes Singapura: Tidak Benar

Senin 26 Okt 2026, 11:16 WIB
Dino Patti Djalal klarifikasi soal isu kunjungi kediaman Dubes Singapura di Jakarta. (Sumber: Dok. Instagram/@dinopattidjalal)
Dino Patti Djalal klarifikasi soal isu kunjungi kediaman Dubes Singapura di Jakarta. (Sumber: Dok. Instagram/@dinopattidjalal)

"Pada hari Minggu itu, saya berada di Perth, Australia, selama tiga hari, baru kembali hari Selasa malam," ungkapnya.

Sudah Lama Tidak Mengunjungi Kwok

Dalam klarifikasinya, Dino juga menjelaskan bahwa dirinya sudah lama tidak bertamu ke kediaman Dubes Singapura di Jakarta, meski menjalin hubungan pertemanan yang baik dengan Kwok.

Ia mengatakan telah mengenal Kwok saat betugas di Indonesia sejak 2022 lalu. Namun, memang belum berkunjung lagi ke kediamannya.

Dino pun mengatakan rencananya untuk mengundang Kwok makan di tempatnya setelah isu ini viral dan menjadi perbincangan publik.

Baca Juga: Jadwal Magang Nasional Batch 3 Angkatan 2 Tahun 2026, Cek Tanggal Pendaftaran dan Pengumumannya

"Jadi berita bahwa saya mendatangi rumah beliau pada hari Minggu itu tidak benar. Tapi thank you for the reminder, saya akan segera menelepon beliau untuk mengundang Duta Besar Singapura itu untuk datang ke AKC Library Cafe saya di Kemang dan mengundang, mengajak beliau untuk makan dendeng balado masakan ibu saya yang lezat sekali," ucap dia.

Di sisi lain, terkait kabar dirinya datang ke rumah Dubes Singapura bersama Saiful Mujani, Dino menyampaikan bahwa ia tidak mengenal Saiful Mujani secara pribadi.

Ia bahkan menegaskan tidak memiliki urusan pekerjaan dan belum pernah bertemu secara langsung dengan sosok tersebut. Meski begitu, ia mangaku mengetahui Saiful dan sangat menghargainya.

"Tapi, saya tidak pernah ada pertemuan dengan beliau. Hopefully, one day I will meet him," tuturnya.

Dugaan Adanya Tim Siluman

Dino menduga adanya gerakan terorganisir yang sengaja menargetkan orang-orang yang bersikap kritis di ruang publik. Operasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengintimidasi sejumlah pihak lewat produksi berita palsu.

"Ini mencerminkan adanya satu modus operandi baru. Suatu teknik di mana tim siluman memproduksi berita fiktif lewat akun-akun buatan sendiri. Ini bentuk intimidasi terhadap freedom of speech," jelasnya.

Ia pun menyebut gerakan ini sebagai Operasi Siluman dan perlu diwaspadai oleh masyarakat luas karena merupakan bentuk intimidasi terhadap kebebasan berpendapat di Indonesia.


Berita Terkait


News Update