POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal memberikan klarifikasi tegas terkait isu liar yang beredar luas di media sosial. Pria kelahiran 1965 tersebut membantah keras narasi yang menyebutkan dirinya mendatangi kediaman Duta Besar (Dubes) Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng di Jakarta bersama Saiful Muzani, Minggu, 18 Oktober 2026, malam WIB.
Tudingan fiktif tersebut diduga sengaja disebarkan di Instagram untuk menggiring opini publik seolah-olah dirinya tidak nasionalis dan ingin berkolusi dengan pihak asing. Narasi palsu ini sengaja dilemparkan tepat setelah ia menyampaikan pandangan dan pembelaan mengenai hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura.
Tegaskan 100 Persen Fiktif dan Sedang Berada di Australia
Menanggapi rumor tersebut, Dino memastikan seluruh klaim yang beredar merupakan kebohongan besar tanpa dasar fakta. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada agenda pertemuan maupun kunjungan sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Nah, karena banyak orang yang menanyakan saya mengenai hal ini, saya ingin memberikan klarifikasi bahwa berita itu 100% fiktif, sepenuhnya dibuat-buat,” ujar diplomat senior tersebut dalam keterangannya, dikutip Poskota, Senin, 26 Oktober 2026.
Baca Juga: Sama-Sama Merintis dari Local Staff, Dino Patti Djalal Ungkap Sosok Menlu Arrmanatha Nasir
Ia menjelaskan bahwa pada hari yang dituduhkan, dirinya sedang tidak berada di Jakarta, melainkan di Perth, Australia. Keberadaannya di sana adalah untuk menghadiri acara perubahan iklim yang digelar oleh LSM Global Citizen serta menyempatkan diri bertemu dengan Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta.
Pria berdarah Minang ini menambahkan, meski bersahabat baik dengan Dubes Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, ia sudah bertahun-tahun tidak menyambangi rumah dinas sang duta besar. Sebagai tanggapan santai, ia justru berniat mengundang sang duta besar ke kafe miliknya.
“Namun, terima kasih atas pengingatnya, saya akan segera menelepon beliau untuk mengundang Duta Besar Singapura ke AKC Library Cafe milik saya di Kemang dan mengajak beliau untuk makan dendeng balado, masakan ibu saya yang lezat sekali,” tuturnya.
Sementara itu, terkait keterlibatan Saiful Muzani yang ikut diseret dalam isu tersebut, Dino turut memberikan bantahan tegas secara terpisah. Ia memastikan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki urusan, agenda khusus, maupun pertemuan langsung dengan pengamat politik tersebut.
Baca Juga: Rencana Prabowo Hentikan Serangan AS-Israel ke Iran, Dino Patti Djalal: Bunuh Diri Politik
Sebut Ada ‘Tim Siluman’ dan Siap Lapor ke Menteri Komdigi
Menanggapi upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba meragukan nasionalismenya, Dino menegaskan bahwa dedikasinya untuk Tanah Air telah teruji melalui rekam jejak pengabdian panjang selama 28 tahun di pemerintahan. Ia juga telah menerima tiga penghargaan bintang jasa dari negara, termasuk Bintang Mahaputera yang disematkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Lebih lanjut, ia menyoroti kemunculan berita fiktif ini sebagai bagian dari tindakan terorganisir oleh kelompok tidak dikenal yang diistilahkan sebagai “tim siluman”. Menurutnya, aksi tersebut digerakkan secara sengaja untuk menciptakan pengaburan fakta di ruang publik.
“Ini adalah aksi yang terkoordinir, terorganisir, dan ada bekingnya… Menurut saya, ini adalah salah satu bentuk intimidasi terhadap freedom of speech atau kebebasan berbicara,” tegasnya.
Guna menyikapi aksi intimidasi digital tersebut, ia berencana membawa persoalan ini secara resmi kepada Menteri komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. Ia berharap langkah tegas ini dapat melindungi masyarakat dari teror berita bohong di masa mendatang.
Baca Juga: Reshuffle Menlu Sugiono, Dino Patti Djalal: Langkah Bijak Bebaskan Rangkap Peran
“Saya akan membawa usul, membawa hal ini kepada Menteri Komdigi, Meutya Hafid. Beliau adalah mantan wartawan, jadi seharusnya beliau paham sekali mengenai kebebasan berbicara dan perlunya untuk melindungi masyarakat dari praktik intimidasi serta pengaburan fakta oleh ‘tim siluman’ seperti ini,” pungkasnya. (M7)
