BPJS Kesehatan Libatkan Tokoh Agama Edukasi Pentingnya JKN

Senin 26 Okt 2026, 11:36 WIB
Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Muhammadiyah DKI Jakarta dan MUI DKI Jakarta melalui program TASBIH JKN. (Sumber: Poskota/Heri Effendi)
Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Muhammadiyah DKI Jakarta dan MUI DKI Jakarta melalui program TASBIH JKN. (Sumber: Poskota/Heri Effendi)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - BPJS Kesehatan memperkuat sinergi bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta untuk memperluas edukasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui program TASBIH JKN (Transformasi Awareness dan Sinergi Bersama Insan Dakwah Jaminan Kesehatan Nasional).

Lewat kegiatan yang digelar di Gedung Dakwah PW Muhammadiyah DKI Jakarta pada Sabtu, 24 Oktober 2026, para dai dan mubalig dibekali pemahaman komprehensif mengenai alur pelayanan, hak dan kewajiban peserta, hingga prinsip gotong royong JKN.

Harapannya, para tokoh agama ini dapat meluruskan disinformasi dan hoaks kesehatan yang kerap beredar di tengah masyarakat melalui khutbah, pengajian, serta dakwah harian.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menegaskan pentingnya peran strategis tokoh agama mengingat kedekatan emosional mereka dengan umat. Dalam kesempatan tersebut, Akmal mengimbau masyarakat untuk rajin memeriksa status kepesertaan secara mandiri sebelum risiko sakit datang.

Baca Juga: Wali Kota Jakarta Pusat Apresiasi Terobosan Digital BPJS Kesehatan KC Jakpus untuk Permudah Layanan JKN

"Pastikan betul kepesertaan JKN-nya aktif karena sakit itu tidak ada waktunya. Jangan sampai ketika sakit baru diurus," ujar Akmal.

Untuk mempermudah akses layanan dan pengecekan status aktif, masyarakat diimbau memanfaatkan berbagai kanal digital dan non-digital yang telah disediakan, seperti aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, Care Center 165, Mal Pelayanan Public (MPP), hingga petugas BPJS SATU dan PIPP di rumah sakit.

Untuk memastikan efektivitas pembekalan, BPJS Kesehatan juga menggelar pre-test dan post-test bagi para mubalig yang hadir.

Langkah kolaboratif ini disambut positif oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta.

Baca Juga: Lindungi Pekerja, BPJS Kesehatan KC Jakpus Gelar Skrining Kesehatan Gratis

Wakil Ketua PW Muhammadiyah DKI Jakarta, Supriadi Karsim, menilai bahwa proteksi kesehatan merupakan langkah antisipasi finansial yang krusial bagi setiap keluarga.

"Pada dasarnya tidak ada orang yang mau sakit, tetapi kecelakaan atau sakit bisa datang tiba-tiba. Kalau punya BPJS Kesehatan yang aktif, itu sangat meringankan beban biaya," ungkap Supriadi.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Pendidikan MUI DKI Jakarta, Bunyamin, menekankan pentingnya pergeseran pola pikir masyarakat dari sekadar mengobati menjadi mencegah.

Melalui mimbar dakwah, para mubalig diharapkan mampu menanamkan kesadaran menjaga kesehatan diri sekaligus memupuk semangat gotong royong, di mana peserta yang sehat membantu sesama yang sedang membutuhkan perawatan.


Berita Terkait


News Update