BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Warga di kawasan Villa Taman Kartini, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, mengeluhkan kualitas air bersih dari Perumda Tirta Patriot yang kotor dan berbau. Masalah kualitas air yang buruk ini diakui warga telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada penanganan permanen.
Salah seorang warga terdampak, Jafar, mengungkapkan bahwa air PAM yang mengalir ke rumahnya kerap berwarna kecokelatan, berlumpur, hingga membawa endapan pasir. Kondisi ini terjadi hampir setiap hari dari pagi hingga malam, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
"Airnya sudah bertahun-tahun keruh, cokelat, dan berlumpur. Kadang juga ada pasirnya. Kondisi seperti ini terjadi hampir setiap hari," ujar Jafar saat dikonfirmasi, Senin, 26 Oktober 2026.
Buruknya kualitas air tersebut merugikan warga dari segi fungsi rumah tangga hingga kesehatan fisik. Jafar menyebut pakaian putih yang dicuci sering berubah menjadi kekuningan akibat air kotor.
Baca Juga: Penumpang Transjakarta Bekasi Tembus 5.000 Per Hari, DKI dan Pemkot Bekasi Perkuat Konektivitas
Selain itu, bau lumpur yang menyengat membuat warga merasa tidak nyaman saat mandi, bahkan beberapa warga dengan kulit sensitif dilaporkan mengalami gatal-gatal dan iritasi.
Akibat kondisi ini, warga tidak berani menggunakan air PAM untuk konsumsi harian. Mereka terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air isi ulang berteknologi Reverse Osmosis (RO) demi kebutuhan memasak dan minum.
Menurut warga, air PAM di wilayah mereka sudah tidak layak konsumsi meski telah dimasak terlebih dahulu.
“Untuk memasak dan minum, saya memilih membeli air isi ulang RO. Menurut saya, air PAM ini tidak layak dikonsumsi meskipun sudah dimasak,” ujarnya.
Baca Juga: Baznas Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Rp500 Juta kepada 500 Santri Penghafal Al Quran
Masalah krisis air bersih di Villa Taman Kartini ini sejatinya terjadi sejak pengelolaan suplai air masih dipegang oleh PDAM Tirta Bhagasasi, sebelum akhirnya beralih ke Perumda Tirta Patriot.
