Modifikasi Cuaca Jakarta Sampai Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Wilayah Sasarannya

Sabtu 24 Okt 2026, 20:54 WIB
Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)
Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)

POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta menggelar operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memanfaatkan informasi meteorologi untuk mendukung penanganan persoalan lingkungan.

Selain memperhatikan potensi hujan, kegiatan ini juga berkaitan dengan kondisi atmosfer yang dapat memengaruhi kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya.

Dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca Jakarta, BMKG menggunakan pesawat jenis Cessna Caravan C208B dengan nomor registrasi PK-SNH.

Pesawat tersebut digunakan untuk membawa bahan semai menuju awan potensial yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemantauan atmosfer.

Adapun pusat komando atau posko operasi berlokasi di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Banten.

Keberadaan posko tersebut mendukung koordinasi pelaksanaan penerbangan dan pemantauan operasi modifikasi cuaca.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca merupakan bagian dari penguatan sinergi antara BMKG dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut, kata dia, dilakukan untuk mendukung mitigasi bencana hidrometeorologi serta pemantauan dan pengendalian pencemaran kualitas udara.

“Terkhusus dalam aspek kualitas udara, BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah melakukan pertukaran data terkait parameter meteorologi dan kualitas udara,” ungkap Faisal di Jakarta, seperti dikutip dari situs resminya pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Lantas, modifikasi cuaca Jakarta sampai tanggal berapa, wilayah mana saja yang menjadi sasaran penyemaian awan, dan bagaimana pelaksanaan operasinya?

Berikut jadwal OMC BMKG di Jakarta pada Oktober 2026 beserta wilayah sasaran dan informasi terkait upaya penanganan polusi udara.

Baca Juga: PLN Sukses Amankan Pasokan Listrik Rakornas TPAKD 2026

Modifikasi Cuaca Jakarta Sampai Tanggal Berapa?

BMKG bersama BPBD Provinsi DKI Jakarta melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta sepanjang 21–25 Oktober 2026.

Operasi tersebut ditujukan untuk membantu menurunkan polusi udara yang berpotensi mengganggu kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pelaksanaan OMC menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dan informasi meteorologi dalam mendukung penanganan persoalan lingkungan perkotaan.

Dalam pelaksanaannya, BMKG memantau kondisi atmosfer untuk menentukan lokasi yang memiliki awan potensial untuk disemai.

Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca serta kondisi atmosfer di wilayah Jakarta dan daerah penyangganya.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, mengungkapkan kondisi atmosfer lokal selama periode penyemaian mendukung terbentuknya hujan di kawasan Jabodetabek.

Kondisi atmosfer yang lembap, disertai massa udara konvektif, menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dalam pelaksanaan operasi.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, penyemaian awan dilakukan pada wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk mendukung proses pembentukan hujan.

Hingga 23 Oktober 2026, operasi modifikasi cuaca telah berlangsung melalui empat sorti penerbangan dengan total penggunaan 4.000 kilogram garam atau NaCl.

Jumlah itu merupakan akumulasi bahan semai yang digunakan dalam pelaksanaan operasi hingga tanggal tersebut.

Baca Juga: Aturan Ganjil Genap BBM di Bali Apakah Masih Berlaku? Cek Status Terbaru Hari Ini 24 Oktober 2026

Wilayah Sasaran Modifikasi Cuaca Jakarta

Wilayah yang menjadi sasaran operasi modifikasi cuaca tidak hanya mencakup Jakarta, tetapi juga sejumlah daerah di sekitarnya.

Berdasarkan pelaksanaan penyemaian pada Jumat, 23 Oktober 2026, area yang menjadi sasaran meliputi Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor.

Pemilihan wilayah penyemaian dilakukan dengan memperhatikan keberadaan awan potensial serta kondisi atmosfer yang mendukung proses tersebut.

Karena itu, lokasi penerbangan dapat berbeda sesuai dengan hasil pemantauan cuaca dan perkembangan awan di lapangan.

Budi Harsoyo menjelaskan, pelaksanaan dua penerbangan penyemaian awan pada Jumat, 23 Oktober 2026.

“Pada Jumat (23/10), telah dilaksanakan dua sorti penyemaian awan di ketinggian 10.000-11.000 kaki (3.048-3.352,8 meter). Penerbangan sorti pertama menyasar awan potensial di area Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor; sedangkan penerbangan sorti kedua berfokuskan pada penyemaian di area Bogor,” paparnya

Penerbangan pertama menyasar awan potensial yang terpantau di wilayah Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor. Sementara itu, penerbangan kedua difokuskan pada wilayah Bogor.


Berita Terkait


News Update