POSKOTA.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan citra satelit, mengerahkan personel, serta melakukan modifikasi cuaca. Langkah ini dilakukan untuk membantu mengendalikan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat.
Lima provinsi menjadi prioritas penanganan, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat. BNPB mencatat peningkatan karhutla di Sumatera Selatan dan Jambi, meskipun kenaikannya dinilai belum terlalu signifikan.
Kepala BNPB Kristomei Sianturi menyampaikan perkembangan tersebut dalam sidang kabinet paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam keterangannya pada Jumat, 23 Oktober 2026, ia juga menjelaskan upaya pembaruan metode pemantauan area terbakar.
Baca Juga: Prabowo Terapkan Ekspor Satu Pintu lewat Danantara, Ini Tujuan dan Tantangannya
BNPB Perbaiki Pemantauan Karhutla dengan Citra Satelit
Pemantauan kebakaran menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan karhutla. BNPB berupaya meningkatkan akurasi penghitungan luas area terbakar dengan memanfaatkan citra satelit.
“Izin Bapak Presiden melaporkan, sejak kami dilantik per tanggal 15 Oktober 2026 kami terus mengambil langkah memperbaiki metode penghitungan dengan menggunakan citra satelit,” ujar Kristomei.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu petugas memetakan wilayah terdampak dan menentukan prioritas penanganan. Data satelit juga dapat mendukung pemantauan titik panas, meskipun keberadaan titik panas tetap perlu ditindaklanjuti untuk memastikan kondisi kebakaran di lapangan.
Modifikasi Cuaca Dilakukan untuk Mengurangi Dampak Asap
Selain pemantauan, BNPB berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan modifikasi cuaca. Salah satu metode yang disampaikan adalah penyemaian dry ice atau es kering untuk membantu mengubah kondisi atmosfer ketika lapisan inversi membuat asap terperangkap.
Menurut Kristomei, lapisan inversi tersebut dapat menyebabkan asap tertahan pada ketinggian sekitar 6.000–7.000 kaki. Setelah kondisi atmosfer berubah, sinar matahari diharapkan dapat menembus lapisan tersebut dan mendukung proses penguapan serta pembentukan awan.
Tahap selanjutnya dilakukan melalui penyemaian awan menggunakan natrium klorida (NaCl) untuk membantu memicu hujan. Efektivitas upaya ini bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang sesuai.
Penyemaian Es Kering dan Perubahan Jarak Pandang
Kristomei melaporkan penyemaian es kering telah dilakukan di sejumlah wilayah. Berikut rincian yang disampaikan BNPB:
- Penyemaian sejak 20 Oktober: Sebanyak 3.100 kilogram es kering dengan lima sorti.
- Penyemaian di Sumatera Selatan: Sebanyak 800 kilogram es kering dalam satu sorti.
- Penurunan partikulat udara: BNPB melaporkan adanya penurunan partikulat, termasuk PM2,5.
- Peningkatan jarak pandang: Jarak pandang di Palembang dilaporkan meningkat dari 700 meter menjadi 7.000 meter.
