Parlemen Malaysia Tegur Presiden Prabowo Pakai Bahasa Jawa, Ini Respons Pemerintah Indonesia

Jumat 23 Okt 2026, 18:28 WIB
Anggota Dewan Rakyat Malaysia, Kalam Salan, menyoroti kabut asap akibat karhutla di Indonesia dan mendorong penguatan kerja sama regional untuk mencegah pencemaran udara lintas negara. (Sumber: X)
Anggota Dewan Rakyat Malaysia, Kalam Salan, menyoroti kabut asap akibat karhutla di Indonesia dan mendorong penguatan kerja sama regional untuk mencegah pencemaran udara lintas negara. (Sumber: X)

Menanggapi desakan dari parlemen Malaysia, Menko PMK Sugiono memberikan tanggapan resmi dari pihak pemerintah Indonesia. Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia sangat memahami keluhan dari negara tetangga karena dampak buruk karhutla juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat Indonesia di wilayah terdampak.

"Dan tentu saja pemerintah terus bekerja keras untuk mengatasi dan menangani terjadinya Karhutla ini serta dampaknya terhadap masyarakat, terutama di daerah-daerah yang mengalami situasi terburuk," ungkap Sugiono dalam keterangannya, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

Lebih lanjut, Sugiono memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengawal langsung proses penanganan dan pemadaman di lapangan.

"Bapak Presiden terus monitor secara langsung penanganan Karhutla ini, perkembangan situasinya setiap hari, dan memutuskan langkah-langkah yang cepat dalam rangka mengatasi situasi yang sedang terjadi," tambahnya. (m6)


Berita Terkait


News Update