Bupati Bekasi Dilantik, Tokoh Masyarakat Minta Pembangunan Pertanian Utara Tak Dikesampingkan

Jumat 23 Okt 2026, 15:00 WIB
Tokoh masyarakat Kecamatan Pebayuran, H. Sardi (kiri), saat mendampingi kunjungan Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja meninjau normalisasi irigasi di Pebayuran. (Sumber: Pemkab Bekasi)
Tokoh masyarakat Kecamatan Pebayuran, H. Sardi (kiri), saat mendampingi kunjungan Bupati Bekasi dr Asep Surya Atmaja meninjau normalisasi irigasi di Pebayuran. (Sumber: Pemkab Bekasi)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bekasi didorong untuk tetap memprioritaskan sektor pertanian di tengah masifnya laju industrialisasi. Keseimbangan antara pembangunan industri dan perlindungan lahan hijau dinilai vital guna menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat lokal, khususnya di wilayah utara Bekasi.

Dukungan sekaligus catatan kritis tersebut disampaikan tokoh masyarakat Kecamatan Pebayuran, H. Sardi, menyusul dilantiknya dr. Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif periode 2025–2030.

Sardi menegaskan, status Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara seharusnya tidak menggeser keberadaan sektor pertanian yang selama ini menjadi penopang utama mata pencaharian warga Bekasi Utara.

"Sebagai warga Bekasi Utara, saya berharap sektor industri terus berkembang, tetapi perhatian terhadap sektor pertanian juga harus tetap menjadi prioritas," ujar H. Sardi, Jumat, 23 Oktober 2026.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Bakal Undang Ahli Geologi untuk Deteksi Pergerakan Tanah hingga Longsor di Bojongmangu

Menurut Sardi, penerapan dan penegakan aturan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) harus menjadi fokus serius pemerintah daerah. Langkah ini penting tidak hanya untuk menjaga daya dukung lingkungan, tetapi juga menjamin ketersediaan pangan di masa depan.

Selain aspek ekologis, ia menilai sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai jaring pengaman sosial dalam menyerap tenaga kerja lokal yang belum tertampung di sektor formal maupun manufaktur.

"Sektor pertanian ini penopang kehidupan masyarakat kecil. Tanpa petani, tidak akan ada nasi di piring kita," tegasnya.

Untuk menunjang produktivitas tersebut, Sardi juga mendesak Pemkab Bekasi mempercepat pembenahan infrastruktur penunjang, terutama pemeliharaan dan normalisasi jaringan irigasi sekunder hingga tersier. Pasokan air yang stabil menjadi kunci utama keberhasilan program swasembada pangan daerah.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Siapkan 4 Langkah Tangani Tanah Bergerak hingga Longsor di Bojongmangu

Ia berharap di bawah kepemimpinan Bupati Asep Surya Atmaja, kebijakan pembangunan daerah tidak berjalan timpang. Pertumbuhan ekonomi berbasis industri diharapkan dapat selaras dengan penguatan sektor agraris.


Berita Terkait


News Update