Hasil Investigasi Video Viral di Rutan Depok, Karutan Benarkan Ada Pesta Narkoba dan Oknum Petugas Diduga Terlibat

Senin 05 Okt 2026, 15:32 WIB
Tangkapan layar video viral pesta narkoba di Rutan Kelas 1 Depok. (Sumber: Instagram/@dewanperwakilannetizen)
Tangkapan layar video viral pesta narkoba di Rutan Kelas 1 Depok. (Sumber: Instagram/@dewanperwakilannetizen)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kepala Rutan Kelas 1 Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan video viral yang memperlihatkan dugaan pesta narkoba jenis sabu dan musik dugem di dalam lingkungan rutan yang dipimpinnya.

Pihak rutan kini menggandeng kepolisian serta tim gabungan Ditjenpas untuk mengusut tuntas keterlibatan belasan warga binaan hingga dugaan oknum petugas yang memfasilitasi aksi tersebut.

"Setelah kami investigasi, apa yang beredar di video tersebut memang terjadi di lingkungan Rutan Depok," ujar Galih kepada wartawan, Minggu, 4 Oktober 2026 malam.

Guna mengusut kasus ini secara tuntas, pihak Rutan Depok telah resmi berkoordinasi dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian setempat.

Baca Juga: Heboh Video Dugem dan Pesta Narkoba di Rutan Depok, Karutan Buka Suara

Langkah hukum ini diambil lantaran muncul dugaan adanya oknum petugas rutan yang turut membantu dan memfasilitasi pelanggaran tersebut.

"Langkah penanganan sudah kami lakukan secara cepat, termasuk melapor ke pihak kepolisian terkait dugaan adanya petugas yang membantu memfasilitasi pelanggaran," tegas Galih.

Selain melapor ke polisi, Rutan Depok juga meneruskan laporan ke Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk meminta arahan penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan lanjutan akan ditangani langsung oleh tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Jabar, Ditjenpas Pusat, dan internal Rutan Depok. Tim ini bertugas mengurai fakta di lapangan serta menentukan pihak-pihak yang harus bertanggung jawab.

Baca Juga: Edarkan Narkoba via Medsos, Laboratorium Tembakau Sintetis di Gambir Digerebek Polisi

Puluhan Warga Binaan Diperiksa

Galih mengungkapkan, fokus pemeriksaan saat ini tertuju pada penghuni kamar yang terekam dalam video viral tersebut.

Ada sekitar 22 warga binaan di kamar tersebut yang menjalani pemeriksaan, di mana 3 hingga 4 orang di antaranya kini didalami secara khusus.

Atas insiden ini, Galih menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik atas kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di Rutan Depok. Ia berjanji pembenahan internal akan dilakukan secara transparan dan responsif.

"Siapapun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku. Kami tetap berkomitmen memberantas peredaran gelap narkoba di lingkungan pemasyarakatan," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update