JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) menggantikan Sugiono, mendapat respons positif dari komunitas hubungan internasional.
Eks Wamenlu, Dino Patti Djalal menilai penunjukan diplomat yang akrab disapa Tata tersebut merupakan langkah yang sangat bijak dan tepat. Penunjukan Arrmanatha dinilai bukan sekadar pergantian pimpinan, tetapi momen emosional atas hadirnya sosok sahabat yang memiliki perjalanan karier serupa.
Founder dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) itu meyakini politik luar negeri Indonesia berada di tangan yang tepat di bawah kepemimpinan Menlu Tata.
Kesamaan Latar Belakang
Dino menyoroti adanya kesamaan perjalanan karier yang sangat kuat antara dirinya dengan Arrmanatha Nasir. Keduanya merupakan diplomat yang memulai pijakan kariernya dari tingkatan paling dasar.
Baca Juga: Resmi Berubah! Ini Daftar Nama dalam Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Terbaru
“Saya dan Tata ada satu kesamaan, kami sama-sama merintis karier dari bawah, yaitu sebagai local staff di perwakilan Indonesia di luar negeri. Kemudian, kami masuk ke Departemen Luar Negeri hingga mencapai posisi sebagai pimpinan Kementerian Luar Negeri,” kata Dino dikutip Poskota dari Instagram pribadinya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Pengalaman merintis dari bawah ini membuat Menlu Tata dinilai paham betul ritme kerja birokrasi diplomasi serta kebutuhan nyata para diplomat di lapangan.
Rekam Jejak Menlu Baru
Dari segi rekam jejak dan reputasi, Dino menegaskan bahwa Arrmanatha Nasir memiliki kredibilitas yang sangat matang di panggung diplomasi. Menurut Dino, diplomat berusia 54 tahun tersebut adalah sosok yang humble, steady, bertangan dingin, serta selalu kalem dalam menghadapi berbagai situasi kritis.
"Bagi saya, Menlu Tata adalah diplomat karier yang humble, steady, bertangan dingin, selalu kalem," ujarnya.
Baca Juga: Mensesneg Tegaskan Tak Ada Reshuffle Kabinet, Hari Ini Fokus Pelantikan Dewan Energi Nasional
Karakter pembawaan yang tenang serta kepemimpinannya yang konsisten ini membuat Arrmanatha dinilai mampu membawa stabilitas dan kesinambungan dalam arah politik luar negeri Indonesia. Dino meyakini rekam jejak tersebut tidak hanya diperhitungkan di dalam negeri, tetapi juga di tingkat internasional.
"Beliau mempunyai track record yang dihormati baik di kalangan internal Kementerian Luar Negeri dan juga di kalangan negara-negara sahabat. Indonesia's foreign policy is in good hands under Foreign Minister Thatha," ucapnya.
Tiga Pesan Penting dari Dino Patti Djalal
Mewakili komunitas hubungan internasional, Dino menitipkan tiga catatan strategis bagi Menlu baru. Pertama, Indonesia harus tetap berani membela prinsip bebas-aktif serta tidak tunduk pada tekanan negara berkekuatan besar mana pun.
Indonesia juga diimbau untuk tidak hanya fokus mengurus diri sendiri, tetapi harus aktif membangun dan memperbaiki arsitektur tata dunia baru.
Kedua, Dino menyoroti perlunya pembenahan anggaran operasional Kemlu yang dinilai masih dalam kondisi memprihatinkan. Ia menegaskan bahwasanya masih banyak diplomat Indonesia yang kekurangan anggaran saat menjalankan tugas diplomatik di luar negeri.
Ketiga, ia berharap Menlu Tata tekun untuk merawat dialog dan sinergi dengan masyarakat sipil serta organisasi masyarakat demi menggalang dukungan domestik bagi kebijakan luar negeri. (M7)
