Penyelam Hilang saat Cek Bangkai Kapal di Perairan Kalibuntu, Tim SAR Turunkan Personel

Jumat 02 Okt 2026, 15:27 WIB
Ilustrasi penyelam yang hilang saat hendak cek bangkai kapal di Perairan Kalibuntu pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pexels/Pia B)
Ilustrasi penyelam yang hilang saat hendak cek bangkai kapal di Perairan Kalibuntu pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Sumber: Dok. Pexels/Pia B)

PROBOLINGGO, POSKOTA.CO.ID - Nasib nahas dialami seorang penyelam yang dilaporkan hilang saat tengah melakukan pemeriksaan terhadap sebuah bangkai kapal di Perairan Kalibuntu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis, 1 Oktober 2026. Hingga kini, Tim Search and Rescue (SAR) Banyuwangi masih melakukan penyisiran di titik lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut langsung menggegerkan warga setempat dan komunitas nelayan sekitar. Upaya pencarian awal sempat dilakukan oleh rekan sesama penyelam dan nelayan, sebelum akhirnya dilaporkan resmi ke pihak berwenang untuk mendapat bantuan dari tim penyelamat.

Kronologi Hilangnya Penyelam di Perairan Kalibuntu

Peristiwa berawal sekitar pukul 10.03 WIB ketika korban, Ismail (58), menyelam bersama rekannya, Muhari ke lokasi bangkai KM Bahagia milik Muhammad Zaeni di kedalaman sekitar 40 meter. Misi penyelaman tersebut dilakukan dalam rangka rencana pengangkatan bangkai kapal.

Sebelum turun ke dasar laut, keduanya bersepakat menjadikan selang penyelaman sebagai sarana komunikasi. Kecurigaan muncul setelah selama 30 menit tidak adanya tanda-tanda pergerakan dan respons dari selang.

Baca Juga: Profil Kapal Virgo Transport 8 yang Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Penumpang

Muhari pun bergegas menarik selang tersebut, tetapi korban telah terlepas dari ujungnya dan tidak ikut terangkat ke permukaan.

Melihat korban tak kunjung muncul, rekan korban bersama nelayan setempat berupaya melakukan pencarian mandiri di sekitar titik penyelaman awal. Namun, hingga siang hari upaya tersebut tidak membuahkan hasil sampai pada akhirnya kejadian dilaporkan ke pihak berwenang.

“Pencarian awal telah dilakukan oleh pihak keluarga dan juga nelayan setempat hingga pukul 13.00 WIB di sekitar lokasi, tetapi korban belum kunjung ditemukan. Selanjutnya, kejadian dilaporkan melalui Pos TNI AL Paiton kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi untuk mendapatkan bantuan operasi SAR,” tulis Tim SAR Banyuwangi dalam keterangannya di Instagram, dikutip Poksota pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Pencarian Fokus di Radius Utama

Menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi langsung bergerak cepat menerjunkan tim penyelamat menuju lokasi musibah di Perairan Kalibuntu.

Berdasarkan pemetaan, lokasi hilangnya penyelam berada pada koordinat 07°39'50.3"S–113°24'23.8"E, dengan radial 113° dan berjarak sekitar 171 km dari Kantor SAR Banyuwangi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, membenarkan pengerahan armada dan personel penyelamat menuju lokasi untuk menggelar operasi pencarian.

"Kami telah mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi kejadian sejak pukul 16.05 WIB. Tim dibekali Rescue Car Type II, rubber boat lengkap dengan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, medis, hingga sarana komunikasi," kata I Made Oka Astawa, dikutip Poskota, Jumat, 2 Oktober 2026.

Baca Juga: Polisi Pastikan Jenazah di Pulau Enggano Bagian Rombongan 5 Jurnalis yang Hilang

Tim SAR diperkirakan tiba di lokasi pada Kamis malam sekitar pukul 20.10 WIB. Setibanya di Perairan Kalibuntu, personel langsung berkoordinasi dengan unsur SAR setempat, TNI AL, serta nelayan untuk menentukan strategi penyisiran sesuai kondisi serta situasi di lapangan.

Ismail belum kunjung ditemukan dan tim SAR gabungan bersama warga setempat masih terus bersiaga serta mengupayakan pencarian di sekitar lokasi kejadian. (M7)


Berita Terkait


News Update