Tak Cuma Bus, Transjakarta Bakal Rambah Bisnis Transportasi Udara dan Laut

Jumat 02 Okt 2026, 14:26 WIB
Potret Pramono Anung di Kuningan Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Syifa)
Potret Pramono Anung di Kuningan Jakarta Selatan. (Sumber: Poskota/Syifa)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah strategis untuk memperluas cakupan bisnis PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Tidak lagi terbatas pada angkutan darat, Transjakarta diproyeksikan bakal merambah layanan transportasi udara hingga angkutan laut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, langkah ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang Jakarta sebagai kota megapolitan.

Pengaturan moda transportasi udara, seperti layanan helikopter, dinilai perlu disiapkan sejak dini sebelum kebutuhannya mendesak di masyarakat.

"Bagaimanapun dalam jangka panjang, pasti cepat atau lambat Jakarta sebagai kota megapolitan akan ada pengaturan transportasi udara. Apakah nanti helikopter atau apa pun yang sekarang sudah menjadi tren di beberapa negara besar," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 2 Oktober 2026.

Baca Juga: Rencana Kenaikan Tarif TransJakarta, DPRD DKI Ingatkan Dampak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pramono menjelaskan, gagasan ini merujuk pada pengalamannya saat meninjau tata kelola transportasi di New York, Amerika Serikat, yang telah memiliki regulasi khusus terkait lalu lintas udara perkotaan.

Guna mengantisipasi perkembangan tersebut di Ibu Kota, Pemprov DKI mulai menyiapkan payung hukum yang diperlukan, termasuk potensi penyusunan Peraturan Daerah (Perda).

Selain moda udara, Transjakarta juga disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan angkutan laut menuju Kepulauan Seribu.

Integrasi transportasi perairan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga maupun wisatawan di kawasan kepulauan tersebut.

Baca Juga: Garap Rute Laut Kepulauan Seribu, Pemprov Jakarta Tambah Penyertaan Modal TransJakarta

Peningkatan Modal Rp13,4 Triliun

Ekspansi bisnis ini sejalan dengan usulan peningkatan modal dasar PT Transportasi Jakarta dari semula Rp5,225 triliun melesat menjadi Rp13,4 triliun.


Berita Terkait


News Update