Operasi SAR Dihentikan pada Hari ke-10, Nasib 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Selat Sunda Masih Misteri

Kamis 17 Sep 2026, 21:44 WIB
Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan, pencarian rombongan jurnalis hilang dihentikan di Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)
Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan, pencarian rombongan jurnalis hilang dihentikan di Dermaga Marina Carita, Kabupaten Pandeglang, Kamis, 17 September 2026. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang di perairan Selat Sunda, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, resmi dihentikan, Kamis, 17 September 2026.

Keputusan berat tersebut diambil Tim SAR gabungan usai rapat evaluasi hari kesepuluh yang menyimpulkan proses pencarian sudah tidak efektif, karena tidak ditemukannya tanda-tanda keberadaan speedboat Arupadhatu 1.

Gubernur Banten, Andra Soni menyampaikan, perpanjangan waktu operasi selama tiga hari terakhir belum membuahkan hasil signifikan meski armada gabungan telah menyisir perairan terbuka.

"Operasi SAR yang dilakukan diperpanjang selama tiga hari, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban. Pihak Basarnas tadi telah menyampaikan karena sudah tidak efektif dalam pelaksanaan pencarian, maka operasi SAR ini oleh pihak yang memiliki kewenangan dihentikan," kata Andra dalam jumpa pers di Dermaga Marina Carita, Kamis, 17 September 2026.

Baca Juga: Tim SAR Resmi Hentikan Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Andra menjelaskan sejumlah material yang sempat ditemukan petugas di laut selama operasi kemanusiaan tersebut ternyata setelah diperiksa tidak berhubungan dengan kapal Arupadhatu 1.

"Namun, setelah dicek, material itu tidak ada hubungannya dengan kapal Arupadhatu 1," ujarnya.

Buka Peluang Pencarian Dilanjutkan

Meski demikian, Pemprov Banten dan Basarnas memastikan proses pencarian dapat dibuka kembali sewaktu-waktu jika ditemukan petunjuk atau bukti baru.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad menyampaikan, penghentian operasi pencarian fisik bukan berarti pemantauan terhadap kedelapan korban di Selat Sunda berhenti total.

Baca Juga: Pencarian Rombongan Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Temukan Terpal Hijau

"Kami akan lakukan pemantauan melalui BTS, termasuk dari Lanal, Polairud, termasuk kapal yang melintas di perairan Selat Sunda ini akan menjadi ujung tombak kami," ucapnya.


Berita Terkait


News Update