Peringati Hari Batik Nasional, BNI Integrasikan Pelestarian dengan Pemberdayaan Ekonomi UMKM

Jumat 02 Okt 2026, 13:22 WIB
Komitmen BNI lestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi para perajin batik lokal di Hari Batik Nasional. (Sumber: BNI)
Komitmen BNI lestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi para perajin batik lokal di Hari Batik Nasional. (Sumber: BNI)

POSKOTA.CO.ID - Memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi para perajin batik lokal.

Langkah ini diwujudkan tidak hanya lewat kebijakan internal perusahaan, tetapi juga melalui pendampingan usaha dan perluasan akses pasar bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) batik di seluruh Indonesia.

Di lingkungan internal, BNI mewajibkan penggunaan busana batik bagi para pegawainya sebanyak dua kali dalam sepekan. Kebijakan ini diterapkan untuk mendekatkan budaya lokal dengan aktivitas profesional harian para insan BNI.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa nilai batik tidak berhenti pada identitas budaya semata, melainkan juga menyangkut mata pencaharian jutaan perajin dan pelaku usaha kecil.

Baca Juga: Dorong Ekosistem Kampus Adaptif, BNI-Unpad Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Transformasi Digital

"Bagi BNI, batik bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi banyak perajin dan pelaku UMKM. Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas usaha, perluasan pasar, dan keberlanjutan para pelakunya," ujar Okki dalam keterangan resminya.

Guna memastikan ekosistem batik tetap berkelanjutan, BNI menjalankan serangkaian program pemberdayaan UMKM, antara lain:

  • Melibatkan UMKM binaan dalam ajang budaya skala besar, seperti gelaran Puspa Nuswantara 2026 di Jakarta pada Juli lalu, untuk memperluas jangkauan pasar batik daerah.
  • Memberikan edukasi terkait pengembangan kualitas produk, inovasi desain, hingga penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan.
  • Mendorong produk batik lokal agar siap bersaing di pasar nasional maupun global.

Okki menambahkan, pelestarian budaya harus dihubungkan secara nyata dengan sektor ekonomi produktif. Langkah ini sejalan dengan peran BNI sebagai BUMN di bawah ekosistem Danantara Indonesia yang berfokus pada penguatan industri kreatif berbasis budaya di daerah.

Memasuki usia delapan dekade, BNI berharap momen Hari Batik Nasional 2026 dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha batik untuk terus berinovasi dan memperluas skala bisnis mereka secara berkelanjutan.


Berita Terkait


News Update