Purbaya juga sempat menjelaskan bahwa sistem perangkat lunak di DJA sedang diperbaiki agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
"Itu software dari Ditjen Anggaran sedang diperbaiki supaya tidak kebobolan seperti kemarin. Tahun lalu itu memang kebobolan. Waktu kita sudah menolak pembelian motor untuk BGN, ternyata tetap jalan," katanya dalam konferensi pers.
Meski demikian, belum ada bukti yang dipublikasikan atau konfirmasi resmi dari para pihak terkait mengenai keterlibatan Luky dalam meloloskan anggaran motor listrik MBG.
Alasan Purbaya Berhentikan Luky Alfirman
Selain dikaitkan dengan kasus pengadaan motor listrik MBG, alasan Purbaya mencopot Luky Alfirman juga diutarakan karena adanya dinamika internal di lingkungan Kemenkeu.
Purbaya mengungkapkan ada beberapa bawahan yang tidak sejalan saat menerima arahan hingga penyebaran informasi yang tidak akurat. Hal tersebut katanya berpotensi merusak kredibilitas pemerintah.
Baca Juga: Prabowo Reshuffle Kabinet Siang Ini, Simak Daftar Nama Pejabat yang Beredar
"Yang pertama katanya uangnya cuma tiga minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal Rp 120 triliun (SAL)," kata Purbaya pada April lalu.
Tak hanya, sempat beredar juga narasi yang mengatakan bahwa dirinya tertutup, tidak mampu berbahasa Inggris, hingga disarankan untuk tidak bertemu investor.
Oleh karenanya, ia memutuskan untuk melakukan pembenahan di lingkungan internal mereka demi menghindari penyebaran informasi yang tidak valid.
"Itu dari internal. Jadi kita rapikan sedikit,"
Profil Luky Alfirman
Luky Alfirman bukanlah orang baru di lingkungan Kemenkeu. Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970 ini merupakan birokrat senior di lingkungan kementerian tersebut.
Latar belakang pendidikan Luky pun cukup mentereng. Ia diketahui berhasil menyelesaikan pendidikan S1 jurusan Teknik Industri di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.
