Obrolan Warteg: Asyik Kalau Serba Gratis

Kamis 24 Sep 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Obrolan Warteg, Kamis, 24 September 2026. (Sumber: Poskota/ Arif Setiadi)
Ilustrasi Obrolan Warteg, Kamis, 24 September 2026. (Sumber: Poskota/ Arif Setiadi)

Oleh : Joko Lestari

POSKOTA.CO.ID – Pemerintah masih mengkalkulasi sejumlah opsi untuk memberian pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri. Apakah semua mahasiswa yang diterima masuk perguruan tinggi negeri gratis, tidak dipungut biaya kuliah dan lain sebagainya atau terseleksi.

Ini yang masih dipertimbangkan, dan diperhitungkan, termasuk besaran anggaran yang dibutuhkan.

Itu pula yang dibahas dalam ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 23 September 2026. Rapat dihadiri sejumlah menteri, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

Ratas ini, kata Mendiktisaintek, untuk membicarakan skema-skema, tahapan-tahapan dan lain-lainnya.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Urgensi Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Kades

“Semoga menghasilkan kebijakan yang benar – benar prorakyat dan berkeadilan,” ujar bung Heri mengawali obrolan warteg bersama sohibnya, mas Bro dan bang Yudi.

“Kalau kuliah di perguruan tinggi negeri gratis, hebat juga negeri kita. Lantas bagaimana yang kuliah di perguruan tinggi swasta?,” tambah Yudi.

“Kita bicara dulu yang di negeri. Apa semua mahasiswa, atau mahasiswa tertentu dengan kriteria tertentu, sebut saja kondisi ekonomi keluarganya. Mengingat biaya kuliah tidaklah sedikit, belum lagi akomodasi, bagi siswa dari luar kota,” urai mas Bro.

“Akomodasi itu, rumah tinggal sementara seperti biaya sewa rumah, kost, belum lagi makan, transportasi dan lainnya. Apakah itu juga termasuk yang ditanggung pemerintah,” kata Heri.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Sikapi Prediksi Bencana Alam, Waspada Harus Panik Jangan

“Kalau kuliah diasramakan seperti sekolah dinas, semuanya sudah ditanggung karena mahasiswa tinggal di asrama dekat kampusnya. Apakah pola semacam ini akan  diterapkan di seluruh perguruan tinggi negeri?” kata Yudi.

“Itu yag sedang dirumuskan skemanya. Apa dimulai dari mahasiswa baru atau   mahasiswa yang masuk dalam kategori desil 4 alias rentan miskin atau lainnya,” jelas  mas Bro.

“Prinsip dasarnya, ada tujuan mulia dari Presiden Prabowo agar negara hadir melakukan investasi di dunia pendidikan. Ada kehendak biaya pendidikan negeri harus gratis mulai dari SD, SMP, SMA dan universitas,” kata Heri.

“Semoga tekad investasi di sektor pendidikan ini segera menjadi kenyataan. Bukan impian. Kalaupun itu sebuah impian, maka impian yang menjadi kenyataan,” kata mas Bro.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Cegah Paparan Abu Vulkanik, Sekolah Online Diperpanjang

“Asyik juga hidup di negara kita, jika semuanya serba gratis. Cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, biaya pendidikan gratis, tempat rekreasi gratis,” ujar Heri.

“Apalagi kalau sampai pajak juga gratis ya,” celatuk Yudi.

“Kalau pajak gratis, lantas untuk membiaya yang gratis – gratis tadi, sumber dananya dari mana?” protes mas Bro.

“Kan, negara kita katanya kaya raya, sumber daya alamnya melimpah ruah yang bisa dikelola untuk membiayai rakyatnya,” kata Heri.

“Ngomog sih gampang, tapi mengelola sumber daya alam itu tak semudah membalik telapak tangan. Perlu proses, perlu kebijakan dan tata kelola yang baik dan benar, terlebih didukung seluruh rakyat untuk merawat dan menjaganya,” urai mas Bro.


Berita Terkait


News Update