“Kalau kuliah diasramakan seperti sekolah dinas, semuanya sudah ditanggung karena mahasiswa tinggal di asrama dekat kampusnya. Apakah pola semacam ini akan diterapkan di seluruh perguruan tinggi negeri?” kata Yudi.
“Itu yag sedang dirumuskan skemanya. Apa dimulai dari mahasiswa baru atau mahasiswa yang masuk dalam kategori desil 4 alias rentan miskin atau lainnya,” jelas mas Bro.
“Prinsip dasarnya, ada tujuan mulia dari Presiden Prabowo agar negara hadir melakukan investasi di dunia pendidikan. Ada kehendak biaya pendidikan negeri harus gratis mulai dari SD, SMP, SMA dan universitas,” kata Heri.
“Semoga tekad investasi di sektor pendidikan ini segera menjadi kenyataan. Bukan impian. Kalaupun itu sebuah impian, maka impian yang menjadi kenyataan,” kata mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Cegah Paparan Abu Vulkanik, Sekolah Online Diperpanjang
“Asyik juga hidup di negara kita, jika semuanya serba gratis. Cek kesehatan gratis, makan bergizi gratis, biaya pendidikan gratis, tempat rekreasi gratis,” ujar Heri.
“Apalagi kalau sampai pajak juga gratis ya,” celatuk Yudi.
“Kalau pajak gratis, lantas untuk membiaya yang gratis – gratis tadi, sumber dananya dari mana?” protes mas Bro.
“Kan, negara kita katanya kaya raya, sumber daya alamnya melimpah ruah yang bisa dikelola untuk membiayai rakyatnya,” kata Heri.
“Ngomog sih gampang, tapi mengelola sumber daya alam itu tak semudah membalik telapak tangan. Perlu proses, perlu kebijakan dan tata kelola yang baik dan benar, terlebih didukung seluruh rakyat untuk merawat dan menjaganya,” urai mas Bro.
