POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Telkom Data Ekosistem (NeutraDC), mengencangkan langkah dalam membangun infrastruktur kecerdasan buatan (Sovereign AI) di tanah air.
NeutraDC menyiapkan rencana pengembangan AI data center berkapasitas total hingga 1 Gigawatt (GW) yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Batam, Jawa, hingga Manado.
Pengembangan infrastruktur ini direspons seiring melonjaknya kebutuhan komputasi berbasis AI di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diproyeksikan bakal bergeser signifikan ke sistem operasional terintegrasi (AI agentic) pada 2030 mendatang.
Langkah strategis tersebut dimatangkan dalam National AI Data Center dan Electrification Strategic Workshop yang digagas Danantara di Jakarta baru-baru ini. Workshop tersebut mempertemukan kementerian/lembaga, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), PLN, serta perwakilan BUMN lintas sektor seperti perbankan, energi, transportasi, hingga kesehatan.
Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan, Telkom Gelar BISA Green Action Fest 2026
Berdasarkan pemetaan terhadap lebih dari 70 BUMN, kebutuhan komputasi terbesar saat ini terkonsentrasi di sektor perbankan, mobilitas, dan layanan publik. Dari kacamata geografis, wilayah Jawa-Madura-Bali (Jamali), Batam, dan Indonesia Timur menjadi tiga kawasan utama permintaan data center.

"Data Center Telkom menjadi fondasi bagi Indonesia dalam membangun ekosistem Sovereign AI yang berdaulat dan berkelanjutan," tegas Direktur Strategic Business Development dan Portfolio Telkom, Seno Soemadji.
Untuk menopang kebutuhan komputasi yang merata, NeutraDC tidak hanya mengandalkan hub megawatt besar, tetapi juga menyiapkan 26 edge data center di 21 kota dengan pendekatan strategi tiga wilayah (3-region strategy).
Tantangan utama pemrosesan data AI yang terkenal haus daya diantisipasi melalui kolaborasi dengan PT PLN (Persero). PLN menyatakan kesiapannya memasok reliable power berbasis energi hijau (green energy) berskala gigawatt untuk mendukung target dekarbonisasi nasional sejalan dengan operasional pusat data.
Baca Juga: Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti 350 Peserta
Direktur Utama NeutraDC, Rakhmad Tunggal Afifuddin, mengungkapkan bahwa validasi kebutuhan data dari BUMN ini dijadikan acuan dasar (baseline) sebelum melangkah ke tahap penetapan kelayakan investasi dan bankabilitas proyek bersama lembaga pembiayaan.
