Potret Pilu Lansia Sebatang Kara di Pandeglang, Rumah Nyaris Ambruk Ditambal Spanduk Bekas Kampanye

Kamis 17 Sep 2026, 13:54 WIB
Kondisi bangunan rumah Basri di Kecamatan Cikedal, Pandeglang, cukup memprihatinkan. (Sumber: Pos Kota/ Samsul Fatoni)
Kondisi bangunan rumah Basri di Kecamatan Cikedal, Pandeglang, cukup memprihatinkan. (Sumber: Pos Kota/ Samsul Fatoni)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Hidup sebatang kara di usia senja dalam kondisi serba terbatas harus dijalani Abah Basri, 56 tahun, warga Kampung Cugung, Desa Padahayu, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Puluhan tahun menempati rumah panggung peninggalan orang tuanya, kini lansia tersebut harus bertahan di hunian yang nyaris ambruk dan tak layak huni.

Pantauan Pos Kota di lokasi menunjukkan kondisi bangunan yang amat memprihatinkan. Atap rumbia yang menaunginya penuh lubang, sementara dinding anyaman bambu mulai rapuh dimakan usia. Sebagian besar area dalam rumah, termasuk kamar tidur dan tempat salat, tak lagi bisa digunakan setelah lantai bambunya runtuh.

Kini, Abah Basri hanya bisa memanfaatkan ruang tamu sebagai satu-satunya area untuk beraktivitas sekaligus tidur. Saat hujan deras dan angin kencang menerpa, ia terpaksa menambal celah bangunan dengan bahan seadanya.

Baca Juga: Bupati Bogor Optimis Selesaikan 24.000 Rutilahu 100 Persen pada 2029, Babakan Madang Jadi Prioritas 

"Untuk menahan air hujan dan terpaan angin, saya menutup bagian rumah yang bocor menggunakan material seadanya, seperti plastik, karung, hingga bekas spanduk kampanye," ujar Basri saat ditemui Pos Kota, Kamis.

Untuk menyambung hidup, lansia yang kini sering sakit-sakitan ini menggantungkan nasib dari pekerjaan serabutan. Mulai dari mengumpulkan kayu bakar, memungut buah melinjo di kebun tetangga, hingga mengurus ternak ayam milik warga sekitar.

"Jangankan untuk memperbaiki rumah, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja saya masih sering kesulitan," tuturnya.

Kondisi prihatin yang dialami Abah Basri dibenarkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Padahayu, Enjat. Ia menyebut struktur rumah tersebut sudah mengalami keretakan dan bahaya kerusakan parah sejak setahun terakhir.

Baca Juga: 13 Rutilahu Bakal Direnovasi Polres Bogor dalam Program Rumah Asri 

"Abah Basri tinggal sendirian. Anak-anaknya ada, tapi tinggal jauh. Rumahnya memang sudah mau ambruk sejak tahun kemarin. Kesehariannya ya cuma mengandalkan hasil kebun seadanya," jelas Enjat.


Berita Terkait


News Update