Profil Prastowo Yustinus, Eks Stafsus Sri Mulyani yang Ungkap Alasan Girang Purbaya Dicopot dari Menkeu

Rabu 16 Sep 2026, 20:01 WIB
Yustinus Prastowo menjadi perhatian setelah memberikan respons terhadap pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. (Sumber: Facebook/@Yustinus Prastowo)
Yustinus Prastowo menjadi perhatian setelah memberikan respons terhadap pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa ke Suahasil Nazara. (Sumber: Facebook/@Yustinus Prastowo)

POSKOTA.CO.ID - Nama Yustinus Prastowo kembali menjadi perhatian setelah mengomentari pergantian Menteri Keuangan.

Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan era Sri Mulyani Indrawati itu menyampaikan ucapan selamat kepada Suahasil Nazara sekaligus memberikan respons positif terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto

Pergantian tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Serah terima jabatan kemudian digelar di Kementerian Keuangan pada Selasa, 15 September 2026.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai, Tarif Rp8 Selama 8 Hari

Respons Yustinus Prastowo Usai Purbaya Diganti

Perhatian terhadap Yustinus Prastowo bermula dari unggahannya di akun X @prastow. Ia menulis ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang kemudian ramai dibahas warganet.

“Terima kasih telah menyelamatkan Kemenkeu dan bangsa Indonesia, Pak Presiden.”

Pernyataan tersebut dikutip oleh IDN Times dalam pemberitaan mengenai respons Prastowo terhadap pelantikan Suahasil.

Dalam unggahan yang sama, Prastowo juga mengucapkan selamat kepada Suahasil Nazara. Ia menyebut Suahasil sebagai sosok yang telah lama menjadi teman dan berharap Kementerian Keuangan kembali menjadi institusi yang kredibel.

Prastowo turut menyinggung pentingnya arah kebijakan fiskal yang tepat. Salah satu kalimatnya yang menarik perhatian adalah harapan agar kepemimpinan baru tidak menggunakan pendekatan “main koboi-koboian”.

Istilah tersebut kemudian dikaitkan sebagian warganet dengan Purbaya. Namun, Prastowo tidak menyebut nama Purbaya secara langsung dalam kalimat itu. Karena itu, dugaan bahwa pernyataan tersebut merupakan sindiran kepada mantan Menteri Keuangan perlu dipahami sebagai interpretasi publik, bukan pernyataan eksplisit dari Prastowo.

Kenapa Yustinus Prastowo Disebut Girang Purbaya Dicopot?

Kesan tersebut muncul karena nada unggahan Prastowo yang menyambut positif pergantian Menteri Keuangan. Ia berterima kasih kepada Presiden, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang baik, dan berharap Kementerian Keuangan kembali ke arah yang benar.

Meski begitu, respons positif terhadap pergantian jabatan tidak otomatis membuktikan perasaan atau motif pribadi seseorang. Untuk memahami pernyataan Prastowo secara adil, penting membedakan antara apa yang benar-benar ia tulis dan kesimpulan yang berkembang di media sosial.

Profil Yustinus Prastowo dan Rekam Jejaknya

Yustinus Prastowo dikenal sebagai ekonom dan analis kebijakan perpajakan. Ia lahir di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 4 April 1970.

Berikut sejumlah informasi mengenai latar belakang dan kariernya berdasarkan materi profil yang tersedia:

Pendidikan: Prastowo menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Universitas Indonesia, dan Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Karier perpajakan: Ia pernah menjadi pegawai negeri sipil di Direktorat Jenderal Pajak pada 1997–2010.

Mendirikan lembaga kajian: Setelah keluar dari birokrasi, ia mendirikan Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) pada 2014.

Staf Khusus Menteri Keuangan: Prastowo menjabat Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis pada periode 2020–2024, ketika Sri Mulyani menjabat Menteri Keuangan.

Lingkungan Pemprov DKI Jakarta: Ia kemudian masuk jajaran staf khusus Gubernur DKI Jakarta pada 2025.

Informasi mengenai jabatan terakhirnya sebagai Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta perlu merujuk pada dokumen resmi Pemprov DKI untuk memastikan status per September 2026.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Mutu hingga Skema KAPJ, Peserta JKN Bisa Terlindung Risiko Biaya Medis Tinggi

Pergantian Menkeu dan Arah Kebijakan Fiskal

Suahasil Nazara kini menghadapi tugas menjaga kredibilitas Kementerian Keuangan dan pengelolaan APBN. Dalam keterangan resmi Kemenkeu, ia menegaskan komitmen agar APBN tetap mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas.

Pergantian Purbaya juga menjadi perhatian karena berlangsung setelah sekitar satu tahun masa kepemimpinannya. Serah terima jabatan pada 15 September 2026 menandai dimulainya tugas Suahasil sebagai bendahara negara.


Berita Terkait


News Update