POSKOTA.CO.ID - Nama Yustinus Prastowo kembali menjadi perhatian setelah mengomentari pergantian Menteri Keuangan.
Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan era Sri Mulyani Indrawati itu menyampaikan ucapan selamat kepada Suahasil Nazara sekaligus memberikan respons positif terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto
Pergantian tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Serah terima jabatan kemudian digelar di Kementerian Keuangan pada Selasa, 15 September 2026.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai, Tarif Rp8 Selama 8 Hari
Respons Yustinus Prastowo Usai Purbaya Diganti
Perhatian terhadap Yustinus Prastowo bermula dari unggahannya di akun X @prastow. Ia menulis ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang kemudian ramai dibahas warganet.
“Terima kasih telah menyelamatkan Kemenkeu dan bangsa Indonesia, Pak Presiden.”
Pernyataan tersebut dikutip oleh IDN Times dalam pemberitaan mengenai respons Prastowo terhadap pelantikan Suahasil.
Dalam unggahan yang sama, Prastowo juga mengucapkan selamat kepada Suahasil Nazara. Ia menyebut Suahasil sebagai sosok yang telah lama menjadi teman dan berharap Kementerian Keuangan kembali menjadi institusi yang kredibel.
Prastowo turut menyinggung pentingnya arah kebijakan fiskal yang tepat. Salah satu kalimatnya yang menarik perhatian adalah harapan agar kepemimpinan baru tidak menggunakan pendekatan “main koboi-koboian”.
Istilah tersebut kemudian dikaitkan sebagian warganet dengan Purbaya. Namun, Prastowo tidak menyebut nama Purbaya secara langsung dalam kalimat itu. Karena itu, dugaan bahwa pernyataan tersebut merupakan sindiran kepada mantan Menteri Keuangan perlu dipahami sebagai interpretasi publik, bukan pernyataan eksplisit dari Prastowo.
Kenapa Yustinus Prastowo Disebut Girang Purbaya Dicopot?
Kesan tersebut muncul karena nada unggahan Prastowo yang menyambut positif pergantian Menteri Keuangan. Ia berterima kasih kepada Presiden, menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang baik, dan berharap Kementerian Keuangan kembali ke arah yang benar.
