DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kota Depok dan Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.
Menanggapi situasi ini, tim gabungan dari unsur TNI, Polri, PDAM, hingga BPBD mulai menerjunkan bantuan pasokan air bersih bagi warga terdampak.
Berdasarkan data penyaluran bantuan dari jajaran Polsek Bojongsari, Polsek Beji, dan Polsek Bojonggede, tercatat sedikitnya 348 Kepala Keluarga (KK) terpapar kekeringan. Untuk meringankan beban warga, sebanyak 15.000 liter air bersih telah didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Denny Romulo, mengonfirmasi bahwa koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya krisis air.
Baca Juga: Kemarau Ekstrem Landa Jakarta, BPBD Waspadai Kebakaran dan Krisis Air Bersih
"Kami akan terus berupaya dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga yang wilayahnya mulai mengalami kekeringan," ujar Denny, Selasa, 15 September 2026.
Denny menambahkan, rujukan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan puncak musim kemarau di Indonesia berlangsung pada periode Juli hingga September 2026.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap berhemat air dan mengambil tindakan antisipasi guna menekan risiko kerugian akibat El Nino.
Untuk wilayah Kota Depok sendiri, pihak DPKP mencatat Kelurahan Kemiri Muka RW 15 menjadi salah satu titik pemukiman yang mengalami penurunan pasokan air tanah cukup signifikan.
Baca Juga: Antisipasi Musim Kemarau, BPBD DKI Waspadai Risiko Kebakaran dan Krisis Air Bersih
"Data yang kami terima saat ini wilayah yang sudah alami kekeringan air baru ada di Kelurahan Kemiri Muka RW 15," bebernya.
