Bukan karena Produksi, Ini Biang Beras Premium Langka di Ritel Modern

Minggu 13 Sep 2026, 15:23 WIB
Ilustrasi harga beras. (Sumber: jakarta.go.id)
Ilustrasi harga beras. (Sumber: jakarta.go.id)

Dengan kondisi tersebut, ritel modern harus menanggung kerugian sekitar Rp300 hingga Rp600 untuk setiap kilogram beras premium yang dijual jika tetap mengikuti HET.

Karena itu, menurut Khudori, sejumlah ritel memilih membatasi jumlah beras premium yang dipajang agar kerugian tidak semakin besar.

"Rugi Rp300 sampai Rp600 gitu. Jadi kalau pun di ritel modern itu ketika ada konsumen yang datang dan menemukan beras ini, itu mungkin dia konsumen mendapatkan itu di atas kerugian ritel," tutur Khudori.

Baca Juga: Harga Beras di Cimahi Mahal, Daya Beli Berkurang

Khudori menilai kondisi tersebut menjelaskan mengapa beras premium relatif sulit ditemukan di ritel modern, sementara masyarakat masih dapat menjumpai beras di agen atau toko tradisional.

Namun, beras yang tersedia di toko-toko tersebut umumnya merupakan beras curah yang dijual dengan harga berbeda.

"Kalau di agen-agen toko sebelah rumah segala macam ada ya, wajar aja, karena yang dijual beras curah. Yang kedua, atau kalau di pasar tradisional, pasar tradisional sejak dulu nggak patuh," jelas Khudori.

Menurut Khudori, beras premium kemasan sebenarnya masih berpotensi tersedia di pasar tradisional. Hanya saja, harga jualnya dapat berada di atas HET karena pedagang tidak menghadapi tekanan yang sama seperti ritel modern dalam menerapkan harga sesuai ketentuan.

Baca Juga: Harga Beras di Jakarta Naik

Selain itu, Khudori juga membantah anggapan bahwa kelangkaan beras premium di ritel saat ini terutama disebabkan dampak El Nino.

Menurutnya, produksi padi hingga saat ini masih relatif baik dan belum menunjukkan tekanan berarti akibat kemarau maupun El Nino.

"Belum terasa. Kalau kita lihat dari produksi padi sampai hari ini, kemarau maupun El Nino itu tekannya belum terasa. Produksi sampai hari ini tuh masih bagus. Produksi sama lah kira-kira dengan tahun lalu," terang Khudori.


Berita Terkait


News Update