Beras Premium Mulai Menipis, Bulog Gelontorkan 75 Ribu Ton ke Jaringan Ritel

Minggu 13 Sep 2026, 14:44 WIB
Ilustrasi beras.(Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)
Ilustrasi beras.(Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Perum Bulog menyiapkan 75.000 ton beras premium untuk digelontorkan ke jaringan ritel modern. Langkah ini diambil guna mengatasi kelangkaan dan menipisnya ketersediaan beras di sejumlah swalayan dalam beberapa waktu terakhir.

Untuk mempercepat penyaluran, Bulog telah mengumpulkan 12 perusahaan ritel besar di Indonesia agar segera menyerap dan mendistribusikan pasokan tersebut ke masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa instruksi penyaluran ini merupakan bentuk operasi pasar cepat demi menjaga stabilitas pasokan pangan nasional. Jajaran Bulog di tingkat daerah pun telah bergerak menyalurkan stok sejak Sabtu, 12 September 2026.

"Sudah dikumpulkan 12 ritel besar di Indonesia untuk menyerap 75.000 ton beras premium produk Bulog. Sekarang sedang proses didistribusikan. Harapannya dalam minggu-minggu ini sudah masuk semua ke ritel modern, bahkan ke pasar-pasar SP2KP," ujar Rizal dalam keterangan resminya, Minggu, 13 September 2026.

Baca Juga: Obrolan Warteg: Stok Beras Aman, Oke! Harga Bagaimana?

Gandeng Swasta Perkuat Pasokan

Selain mengandalkan cadangan yang ada, Bulog menggaet PT Padi Indonesia Maju bagian dari Wilmar Group untuk memperkuat produksi dan memperluas rantai pasok beras premium secara berkelanjutan.

Menurut Rizal, langkah kolaboratif dengan sektor swasta ini penting karena tren kebutuhan masyarakat terhadap beras berkualitas terus meningkat. Bulog tidak hanya fokus pada fungsi stabilisasi pangan dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), tetapi juga mulai agresif membenahi lini komersialnya.

"Ritel modern menjadi salah satu kanal penting untuk mendekatkan produk Bulog kepada konsumen. Kami ingin memastikan kualitas beras premium terjaga, pasokannya konsisten, serta distribusinya makin luas," lanjutnya.

Melalui dukungan fasilitas produksi dan jaringan distribusi swasta yang kuat, Bulog optimistis kelangkaan stok beras premium di pasar modern dapat segera teratasi sekaligus memberikan variasi pilihan bagi konsumen.


Berita Terkait


News Update