"Kalau CFD ditambah jadi dua kali seminggu, tentu buat ojol agak merepotkan. Kadang penumpang sudah menunggu di satu titik, tapi kami tidak bisa masuk karena aksesnya ditutup, akhirnya harus mutar," beber Hamdan.
Kondisi tersebut tak hanya memakan waktu lebih lama, tetapi juga berdampak langsung pada pendapatan harian pengemudi.
Hamdan berharap, jika wacana ini direalisasikan, pemerintah tetap menyediakan koridor khusus atau jalur akses yang jelas bagi moda transportasi umum dan ojol.
"CFD memang bagus untuk masyarakat, tapi jangan sampai terlalu banyak ruas yang ditutup. Kami juga perlu bekerja. Kalau bisa ada akses yang jelas untuk ojol supaya tidak terlalu jauh mutarnya dan penumpang tidak dirugikan," pungkasnya.
