Karena itu, keberadaan slot SIM fisik pada iPhone 18 Pro Indonesia belum tentu menjadi kekurangan.
Justru, pengguna mendapatkan dua pilihan. Kartu SIM fisik tetap bisa digunakan, sementara eSIM tersedia bagi mereka yang ingin menggunakan layanan seluler secara digital.
Ruang Internal dan Potensi Perbedaan Baterai
Ada konsekuensi lain dari keputusan Apple menghilangkan slot SIM. Ruang yang sebelumnya digunakan untuk baki dan komponen SIM dapat dimanfaatkan untuk komponen lain di dalam bodi.
Salah satu yang paling menarik adalah baterai.
Versi iPhone 18 Pro dan Pro Max yang menggunakan SIM fisik disebut memiliki kapasitas baterai masing-masing 4.056 mAh dan 5.391 mAh. Sementara itu, kapasitas baterai model eSIM-only belum dikonfirmasi.
Jika Apple memang memanfaatkan ruang tambahan tersebut untuk baterai, versi tanpa slot SIM berpotensi menawarkan daya tahan yang berbeda. Namun, hal itu belum bisa dianggap sebagai keunggulan pasti sebelum kapasitas dan hasil pengujian baterainya diketahui.
Baca Juga: Harga iPhone 18 Pro, Pro Max, dan iPhone Duo Tembus Rp68 Juta
SIM Fisik atau eSIM, Mana yang Lebih Fleksibel?
Pada akhirnya, perbedaan iPhone 18 Pro berdasarkan negara menunjukkan bahwa transisi menuju eSIM masih berlangsung bertahap.
- iPhone 18 Pro Indonesia: masih menyediakan slot SIM fisik.
- Model eSIM-only: tidak memiliki baki kartu SIM.
- eSIM: menawarkan aktivasi nomor secara digital tanpa kartu plastik.
- SIM fisik: masih praktis bagi pengguna yang sering berganti perangkat atau operator.
- Model tanpa SIM: memiliki ruang internal lebih lega untuk kemungkinan optimalisasi komponen.
Apple memang terlihat semakin serius menuju era smartphone tanpa kartu SIM fisik. Namun untuk pasar Indonesia, kartu konvensional belum sepenuhnya ditinggalkan.
Dengan konfigurasi tersebut, iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang dipasarkan di Indonesia justru masih menawarkan pilihan yang lebih luas bagi pengguna, setidaknya selama dukungan SIM fisik masih menjadi kebutuhan.
